Jumat, 29 Oktober 2010

Pengukuran Kinerja Keuangan


 

    ABM (Activity Based Management) harus dapat mengungkapkan informasi untuk mengetahui informasi seberapa baik kinerja aktivitas. Ukuran – ukuran keuangan harus menunjukkan penghematan potensial dan penghematan sesungguhnya. Penghematan adalah pengurangan biaya yang berarti pengurangan pemborosan atau peningkatan efisiensi. Ukuran – ukuran keuangan efisiensi aktivitas misalnya:

  1. laporan biaya aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah
  2. laporan trend biaya aktivitas
  3. benchmarking
  4. penganggaran fleksiberl aktivitas
  5. penganggaran daur-hidup
  6. biaya mutu
  7. produktivitas
  8. fungsi rugi taguchi.

Berikut ini dibahas contoh – contoh pengukurannya:

  1. Laporan Biaya Aktivitas Bernilai Tambah dan Tidak Bernilai Tambah

laporan ini disusun berdasar standar nilai tambah ideal. Biaya bernilai tambah dihitung dengan rumus, BNT = SKI x Hst. Dalam hal ini BNT adalah biaya bernilai tambah ,SKI adalah standar kualitas ideal, Hst adalah harga standar ideal. Biaya tidak bernilai tambah dihitung dengan rumus,BTNT= (KS-SKI)Hst. Dalam hal ini BTNT adalah biaya tidak bernilai tambah. KS adalah kuantitas sesungguhnya, SKI adalah standar kuantitas ideal, Hst adalah harga standar ideal.

  1. Laporan trend biaya aktivitas

Salah satu cara mengetahui perkembangan usaha mengeliminasi biaya tidak bernilai tambah dari waktu-ke waktu dapat digunakan pelaporan trend. Tujuan pelaporan trend adalah ;

  1. Manajemen dapat menurangi biaya tidak berniali
  2. Dengan melihat penurunan biaya tidak bernilai tambah dari waktu ke waktu, maka ABM dapat diselenggarakan secara efektif.
  3. Benchmarking

Benchmarking adalah pengukuran kinerja dengan menggunakan praktik-praktik erbaik standar untuk mengevaluasi kinerja. Praktik terbaik dapat didasarkan pada lingkup local. Nasional, regional atau global. Sebagai contoh, jika praktik terbaik untuk menangani order pembelian adalah berbiaya Rp 10.000.000 dan keluaran aktivitasnya sebanyak 1.000 order pembelian maka biaya terbaik per uni aktivitas = Rp 10.000.000: 1.000 = Rp 10.000 per order pembelian. Jika ternyata dalam periode tertentu biaya terbaik dapat ditekan menjadi Rp 8.000 per order pembelian maka aktivitas tersebut mampu menyempurnakan efisiensi aktivitasnya sebesar Rp 2.000 per order pembelian.

  1. Pengenggaran Fleksibel Aktivitas

Anggaran fleksiberl tradisional hanya berbasis unit, sedangkan anggaran fleksibel aktivitas berbasis unit dan non unit. Penganggaran Fleksibel aktivitas adalah teknik untuk menganggarkan biaya aktivitas sesuai dengan perubahan-perubahan penggunaaan berbagai level aktivitas. Analisis selisih biaya yang terjadi memungkinkan para manajer memecah biaya aktivitas ke dalam komponen bernilai tambah dan tidak bernilai tambah. Selisih yang terjadi dapat dikelompokkan ke dalam 1. Selisih biaya tetap, 2. Selisih biaya variable.

Selisih biaya tetap dapat dianalisis ke dalam:

  1. Selisih spending tetap (SST)
  2. Selisih volume ( SV)
  3. Selisih kapasitas (SK)

Selisih biaya variable dapat dianalisis kedalam:

  1. Selisih spending variable (SSV)
  2. Selisih efisiensi

Perhitungan selisih biaya tetap adalah:

SST = BTS – (TT x KP)

SV = (TT x KP) – (TT x KSt) atau SV = TT (KP – KSt)

SK = (TT x KP) – (TT x KS) atau SK = TT (KP – KS)

Dalam hal ini, SST adalah selisih spending tetap, BTS alah biaya tetap sesungguhnya, TT adalh tarif tetap pada standar ideal, KP adalah kapasitas praktis aktivitas, SV adalh selisih volume, KSt adalah kapasitas standar ideal, KS adalah kapasitas sesungguhnya.

Rumus perhitungan selisih biaya variable:

SSV = (TS x KS) – (TS x KS) atau SSV = (TS – TV) KS

SE = (TV x KS) – (TV x KSt)atau SSV = TV (KS -KSt)

Dalam hal ini: SSV adalah selisih spending variable,KS adalah kapasitas sesungguhnya aktivitas, TV adalah tarif variable dianggarkan, KSt adalah kapasitas standar ideal.

  1. Penganggaran Daur Hidup

Daur hidup produk adalah jangka waktu hidup produk yaitu hangka waktu mulai dari tahap mengenalkan produk sampai dengan tahap meninggalkan produk. Selama daur hidup produk menimbulkan biaya yang disebut biaya daur hidup produk. Biaya daur hidup prosuk adalah semua biaya yang berhubungan dengan seluruh daur hidup produk. Penganggaran biaya daur hidup produk adalah penentuan di muka biaya daur hidup produk sebelum produk dikembangkan. Biaya daur hidup produk dapat disederhanakan menjadi:

  1. Biaya pengembangan. Biaya ini mencakup biaya desaain, perencanaan, dan pengujian produk.
  2. Biaya produksi. Biaya ini meliputi biaya pengadaan bahan atau komponen dan biaya atas aktivitas pengubahan bahan komponen menjadi produk
  3. Biaya pendukung logistic. Biaya ini meliputi biaya pemasaran, distribusi, dan pelayanan konsumen.

ABM untuk daur hidup disebut manajemen daur hidup. Manajemen daur hidup melibatkan manajemen aktivitas mulai tahap pengembangan untuk menjamin agar biaya daur hidup secara total jumlahnya rendah. Pengukuran, pengumpulan, dan pelaporan semua biaya daur hidup produk memungkinkan para manajer untuk:

  1. Menilai dengan lebih baik efektivitas perencanaan daur hidup dengan cara membandingkan biaya daur hidup yang sesungguhnya dengan biaya daur hidup yang dianggarkan
  2. Penentuan buaya daur hidup juga dapat meningkatkan kemampuan oara manajer untuk membuat keputusan harga jual yang lebih baik
  3. Penentuan biaya daur hidup produk bermanfaat untuk menaksir profitabilitas produk

Perencanaan dan pengendalian biaya daur hidup produk secara efektivitas memberikan manfaat untuk membantu manajemen dalam:

  1. Merencanakan produk di masa depan
  2. Menilai pengaruh keputusan pengembangan produk terhadap biaya operasional dan biaya pendukungnya
  3. Mengendalikan dan menilai kinerja. Pembandingan antara biaya sesungghnya dengan biaya anggarannya dapat menyediakan informasi yang bermanfaat untuk pengendaliaan dan menilai kinerja.
  4. Biaya Mutu

    Laporan kinerja biaya mutu mengukur realisasi kemajuan atau perkembangan program penyempurnaan mutu dalam suatu organisasi. Empat jenis kemajuan yang dapat diukur dan dilaporkan adalah sebagai berikut:

    1. Laporan standar interim. Laporan ini untuk menunjukkan kemajuan yang berhubungan dengan standar atau sasaran periode sekarang
    2. Laporan trend satu periode. Laporan ini untuk menunjukkan kemajuan yang berhubungan dengan kinerja mutu tahun terakhir
    3. Laporan trend periode ganda. Laporan ini menunjukkan kemajuan sejak awal mula program penyempurnaan mutu
    4. Laporan jangka panjang. Laporan ini untuk menunjukkan kemajuan yang berhubungan dengan standar ata saran jangka panjang.
  5. Produktivitas

Produktivitas adalah kemajuan organisasi atau pusat aktivitas untuk menghasilkan keluaran secara efisien dan khususnya ditujukan pada hubungan keluaran dengan masukan yang digunakan untuk menghasilkan keluaran tersebut. Produktivitas ditujukan oleh efisiensi produktif total. Efisiensi produktif total adalah keadaan yang memenuhi dua kondisi yang menuaskan, yaitu: 1. Efisiensi teknis, dan 2. Efisiensi harga. Efisiensi teknis adalah kemampuan untuk (a) menghasilkan keluaran dalam jumlah tertentu dengan biaya dalam jumlah yang lebih kecil, atau (b) menghasilkan keluaran yang lebih banyak dengan biaya dalam jumlah tertentu, atau (c) menghasilkan keluaran yang lebih banyak dengan menggunakan biaya yang lebih kecil. Efisiensi harga atau efisiensi trade-off adalah kemampuan untuk mengubah bauran masukan dengan biaya yang lebih kecil untuk menghasilkan keluaran dalam jumlah tertentu atau lebih banyak.

    Pengukuran produktivitas dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1) pengukuran produktivitas parsial (2) pengukuran produktivitas total. Pengukuran produktivitas adalah penilaian kuantitatif perubahan produktivitas, apakah efisiensi produktif meningkat atau menurun. Pengukuran produktivitas dapat bersifat actual atau prospektif. Pengukuran produktivitas actual bermanfaat bagi manajemen untuk menilai, memantau, dan mengendaliakn perubahan produktivitas. Pengukuran produktivitas prospektif adalah memandang produktivitas ke masa depan sebagai masukan untuk pembuatan keputusan strategis. Ukuran produktivitas partial adalah ukuran-ukuran produktivitas yang dikembangkan untuk setiap masukan terpisah. Ukuran produktivitas total adalah ukuran-ukuran produktivitas yang dikembangkan untuk semua masukan secara bersama-sama. Ukuran produktivitas dapat dinyatakan secara operasional (non keuangan) dan keuangan.

Perhitungan produktivitas keuangan adalah PK =[(K : RP tahun dasar) – KS]HS. Dalam hal ini PK adalah produktivitas keuangan, K adalah keuaran, RP adalah rasio produktivitas, KS adalah kuantitas masukan sesungghnya, HS harga sesungguhnya.

  1. Fungsi Rugi Taguchi

    Fungsi rugi taguchi adalah asumsi bahwa rugi merupakan selisih dari nilai karakteristik mutu yang sesungghnya dibandingkan dengan nilai karakteristik mutu yang ditargetkan yang disebabkan oleh biaya mutu tersembunyi. Rumus fungsi taguchi adalah:

    L(y) = k(y-T)2

Dalam hal ini, L adalah rugi mutu atau quality loss, k adalah nilai konstan proporsional yang tergantung pada struktur biaya kegagalan eksternal organisasi, y adalh niali karakteristik mutu sesungguhnya, dan T adalah nilai karakteristik mutu ditargetkan.

0 komentar:

Poskan Komentar