Sabtu, 16 Oktober 2010

Pengertian Strategi Audit Pendahuluan

    Tujuan auditor dalam perencanaan dan pelaksanan audit adalah untuk menurunkan risiko audit pada tingkat serendah mungkin umtuk mendukung pendapat auditor mengenai apakah laporan keuangan disajikan secara wajar dalam segala aspek yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Karena ada keterkaitan antara bukti materialitas dan komponen audit, maka auditor dapat memilih dua alternative strategi audit, yaitu:

  1. Primarily substantive approach
  2. Lower assessed level of control risk approach
Dalam memilih alternative strategi audit tersebut, auditor mempertimbangkan factor-faktor sebagai berikut:

  1. Planned assessed level of control risk
  2. Luas pemahaman auditor terhadp struktur pengendalian ntern yang dihimpun
  3. Test of control yang dilaksanakan dalam menentukan risiko pengendalian
  4. Planned assessed level of substantive test yang dilaksanakan auditor untuk mengurangi risiko audit pada tingkat serendah mungkin.
Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan (Planned assessed level of control risk) yang tinggi, berarti auditor mengangap bahwa struktur pengendalian intern klien adalah sangat efektif dan dapat mengurangi kemungkinan salah saji. Oleh karena itu, auditor harus menguji kebenaran anggapannya tersebut. Auditor lebih banyak melakukan pengujian pengendalian. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan (Planned assessed level of control risk) yang rendah, berarti auditor menganggap bahwa struktur pengendalian intern klien sangt tidak efektif dan tidak akan dapat mencegah terjadinya salah saji. Oleh karena itu, auditor kemudian menguji apakah salah saji yang tak terdeteksi oleh struktur pengendalian intern klien tersebut, dapat dideteksi oleh prosedur audit. Oleh karena itu, auditor melakukan pengujian substantive.

Luas pemahaman auditor terhadap struktur pengendalian internjuga mempengaruhi pemilihan strategi audit. Apabila auditor sangat memahami struktur pengendalian intern klien, maka auditor dapat memilih strategi audit Primarily substantive approach. Apabila auditor kurang memahami struktur pengendalian intern klien, maka auditor dapat memilih strategi audit Lower assessed level of control risk approach.

Strategi audit pendahuluan bukanlah merupakan spesifikasi rinci (detail) prosedu auditing. Strategi audit pendahuluan merupakan suatu judgement pendahuluan mengenai endekatan yang akan dipakai dalam melaksanakan audit.
 
Menghimpun Pemahaman Struktur Pengendalian Intern Klien

    Standar pekerjaan lapangan kedua menyatakan bahwa pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. Oleh karena itu, auditor harus melaksanakan prosedur audit yang antara lain meliputi prosedur untuk memeperoleh pemahaman struktur pengendalian intern.

    Pemahaman struktur pengendalian intern, digunakan auditor untuk:

  1. Mengidentifikasi tipe salah saji potensial
  2. Mempertimbangkan factor yang mempengaruhi risiko salah saji material.
  3. Merancang pengujian substantive


    Struktur pengendalian intern terdiri atas tiga unsure, yaitu:

    1. Lingkungan pengendalian
    2. System akuntansi
    3. prosedur pengendalian
    struktur pengendalian intern yang efektif dirancang dengan tujuan pokok sebagai berikut:

    1. menjaga kekayaan dan catatan organisasi
    2. mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi
    3. mendorong efeisiensi
    4. mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
tujuan yang pertama dn kedua dapat dipatuhi dengan pengendalian akuntansi yang baik. Tujuan keriga dan keempat dapat dipatuhi dengan pengendalian administrative yang baik. Disamping keenam tahap perencanaan tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan auditor pada tahap perencanaan, yaitu:

  1. menyusun program audit
  2. menyusun jadwal kerja
  3. menentukan staf pelaksana audit
Sudah mengerti kan? selamat Belajar!

0 komentar:

Poskan Komentar