Minggu, 17 Oktober 2010

Konsep Break Event Poit (BEP) dan Pengaplikasiannya

Titik Impas (BEP) dalam Unit

    Dimulai dengan menentukan titik impas perusahaan dalam jumlah unit yang terjual, maka kita dapat mengetahui bagaimana pendapatan, beban, dan laba berperilaku ketika volume berubah. Titik impas (break-even point) adalah titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya (titik dimana laba sama dengan nol atau tidak laba tidak rugi). Untuk menemukan titik impas dalam unit, kita memfokuskan pada laba operasi. Pertama kita akan membahas cara untuk menentukan titik impas, dan kemudian melihat bagaimana pendekatan kita dapat dikembangkan untuk menentukan jumlah unit yang harus dijual guna menghasilkan laba yang ditargetkan.

Keputusan awal perusahaan dalam mengimplementasikan pendekatan unit yang terjual pada analisis biaya-volume-laba (cost-volume-profit analysis/ CPV) adalah menentukan apa yang dimaksud dengan sebuah unit. Keputusan kedua terpusat pada pemisahan biaya menjadi komponen tetap dan variabel.


 

Penggunaan Laba Operasi dalam Analisis CVP

    Laporan laba rugi merupakan suatu alat yang berguna untuk mengorganisasikan biaya-biaya perusahaan ke dalam kategori tetap dan variabel. Laporan laba rugi dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:


 

    Laba operasi = Pendapatan penjualan – Beban variabel – Beban tetap


 

    Laba operasi (operating income) hanya mencakup pendapatan dan beban dari operasional normal perusahaan. Istilah laba bersih (net income) digunakan untuk menyatakan hasil dari laba operasi dikurangi pajak penghasilan.

    Setelah memiliki ukuran unit yang terjual, kita dapat mengembangkan persamaan laba operasi dengan menyatakan pendapatan penjualan dan beban variabel dalam jumlah unit dolar dan jumlah unit. Pendapatan penjualan dinyatakan sebagai harga jual per unit dikali jumlah unit yang terjual dan total biaya variabel adalah biaya variabel per unit dikali jumlah unit yang terjual, maka persamaan laba operasi menjadi:


 

Laba operasi = (Harga x Jumlah unit terjual) – (Biaya variabel per unit x

Jumlah unit terjual) – Total biaya tetap


 

Sebuah keunggulan penting dari pendekatan laba operasi adalah bahwa seluruh persamaan CPV berikutnya diturunkan dari laporan laba rugi menurut perhitungan biaya variabel. Jadi untuk memecahkan setiap persoalan CVP dapat menggunakan pendekatan ini.


 

Jalan Pintas untuk Menghitung Unit Impas

    Untuk lebih cepat menghitung unit impas, kita dapat memfokuskan pada margin kontribusi. Margin kontribusi (contribution margin) adalah pendapatan penjualan dikurangi total biaya veriabel. Pada impas, margin kontribusi sama dengan beban tetap. Apabila kita mengganti margin kontribusi per unit untuk harga dikurangi biaya variabel per unit pada persamaan laba operasi dan memperoleh jumlah unit, maka kita mendapatkan persamaan dasar impas sebagai berikut:


 

Jumlah unit = Biaya tetap : Margin kontribusi per unit


 

    Penjualan dalam Unit yang Diperlukan untuk Mencapai Target Laba

        Analisis CPV menyediakan suatu cara untuk menentukan berapa unit yang ahrus dijual untuk menghasilakn target laba tertentu. Target laba operasi dapat dinyatakan sebagai sebuah jumlah dolar atau sebagai suatu persentase dari pendapatan penjualan. Ketika target laba dinyatakan sebagai laba bersih, maka kita harus menambahkan pajak penghasilan untuk memperoleh laba operasi.


 

Titik Impas (BEP) dalam Dolar Penjualan

    Untuk menghitung titik impas dalam dolar penjualan, biaya variabel didefinisikan sebagai suatu persentase dari penjualan bukan sebagai sebuah jumlah per unit yang terjual. Rasio biaya variabel (variable cost ratio) merupakan bagian dari setiap dolar penjualan yang harus digunakan untuk menutup biaya variabel. Rasio margin kontribusi (contribution margin ratio) adalah bagian dari setiap dolar penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Bagian dolar penjualan yang tersisa setelah biaya variabel tertutupi haruslah merupakan komponen margin kontribusi.


 

Target Laba dan Pendapatan Penjualan

    Secara umum, dengan asumsi bahwa biaya tetap tidak berubah, rasio margin kontribusi dapat digunakan untuk mengetahui dampak terhadap laba atas perubahan pendapatan penjualan. Untuk memperoleh total perubahan dalam laba yang diakibatkan oleh perubahan pendapatan, kalikan rasio margin kontribusi dengan perubahan dalam penjualan.


 

Membandingkan Kedua Pendekatan

    Untuk pengaturan produk tunggal, pengubahan titik impas dalam unit menjadi impas dalam pendapatan penjualan hanya merupakan masalah pengalian harga jual per unit dengan unit yang terjual. Ada dua alasan mengapa digunakan rumus terpisah untuk pendekatan pendapatan penjualan, yaitu:

  1. Normal pendapatan penjualan memungkinkan kita untuk secara langsung mencari pendapatan jika hal tersebut yang dikehendaki.
  2. Pendekatan pendapatan penjualan jadi lebih mudah untuk digunakan dalam pengaturan multiproduk.

0 komentar:

Poskan Komentar