Rabu, 10 November 2010

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

  1. KOMPUTER SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM FISIK

Jika perusahaan ingin bertahan dalam pasar dunia, maka perusahaan tersebut harus memanfaatkan teknologi komputer. mesin-mesin digunakan untuk menggantikan kinerja buruh yang terlebih dahulu digunakan.

COMPUTER-AIDED DESIGN

Computer-Aided design (CAD) atau computer-aided engineering (CAE) melibatkan penggunaan komputer untuk membantu rancangan produk yang akan dimanufaktur.CAD digunakan untuk merancang segala sesuatudari struktur rumit. Perangkat lunak dari CAD mampu memperbaiki gambar dengan memperhaluskan dan meluruskan garis serta dapat membuat bagian-bagian itu bergerak seperti sedang digunakan. Ketika rancangan selesai, perangkat lunak CAD dapat menyiapkan spesifikasi rinci yang diperlukan untuk memproduksi produk itu. Spesifikasi ini akan disimpan dalam database rancangan.

COMPUTER-AIDED MANUFACTURING

Merupakan penerapan komputer dalam proses produksi untuk menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang diperoleh dari database rancangan. Dengan teknologi CAM. produksi akan berjalan lebih cepat dan presisi yang lebih tinggi dari pada jika pekerja manusia yang mengendalikan. Presisi yang lebih tinggi memungkinkan lebih sedikitnya bagian yang cacat dan terbuang.

ROBOTIK

Robotik melibatkan penggunaan robot industrial (industrial robots-IR), alat yang secara otomatis melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam proses manufaktur. Aplikasi robotik yang populer adalah pengisian bahan baku ke dalam peralatan mesin yang yang diotomatisasi oleh CAM. Robotik memungkinkan perusahaan untuk memotong biaya dan mencapai tingkat kualitas yang tinggi, tetapi mereka juga melaksanakan pekerjaan yang berbahaya seperti bekerja di area yang suhunya sangat tinggi.


 

  1. KOMPUTER SEBAGAI SISTEM INFORMASI

Sistem informasi manufaktur merupakan subsistem dari CBIS yang memberikan informasi mengenai operasi produksi. Output dari sistem ini digunakan untuk menciptakan dan mengoperasikan sistem produk fisik.


 

SISTEM TITIK PEMESANAN KEMBALI

    Salah satu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan reaktif, yaitu menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian atau suatu proses produksi. Tingkat barang yang berfungsi sebagai pemicu disebut titik pemesanan kembali (reorder point-ROP), dan sistem yang mendasarkan keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali disebut sistem titik pemesanan kembali. Rumus perhitungan pemesanan kembali, yaitu sebagai berikut :

    ROP = LU + S

    Keterangan : ROP = titik pemesanan kembali

     L= lead time pemasok (dalam hari)

     U= tingkat pemakaian (dalam unit yang digunakan atau terjual per hari)

        S= tingkat safety stock (dalam unit)


 

MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING

MRP merupakan suatu strategi material proaktif. MRP mampu melihat ke masa depan dan mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlahnya, dan tanggal diperlukannya. Berikut penjelasan mengenai komponen MRP, yaitu :

  1. Sistem Penjadwalan Produksi. Menggunakan empat file data dalam menyiapakan master production schedule, yaitu file pesanan pelanggan, file ramalan penjualan, file persediaan barang jadi, dan file kapasitas produksi. Master production Schedule memproyeksikan produksi cukup jauh ke depan untuk mengakomodasikan proses produksi yang merupakan kombinasi lead time pemasok dan waktu produsi terlama.
  2. Sistem Materials Requirements Planning. Menentukan berapa banyak material yang diperlukan untuk memproduksi jumlah unit yang diinginkan. File bill of Material digunakan untuk menguraikan bill of material untuk tiap jenis barang yang dijadwalkan untuk produksi dengan mengalikan kuantitas di bill of material dengan jumlah unit yang akan diproduksi. Tujuan fife ini dibuat untuk menentikan total kebutuhan bruto, selanjutnya untuk mencari kenutuhan netto.
  3. Sistem Material Requirements Planning bekerja berhubungan dengan sistem capacity requirements planning untuk memastikan bahwa produksi terjadwal itu sesuai dengan kapasitas pabrik. Kemudian akan dihasilkan outuput utama berupa jadwal pesanan terencana, yang mendaftarkan jumlah kebutuhan tiap material berdasarkan periode waktu. Output lainnya adalah :
  • Perubahan pesanan terencana, yang mencerminkan pesanan yang dibatalkan, pesanan yang dipercepat, dan kuantitas pesanan yang dimodifikasi.
  • Laporan perkecualian, yang menandai barang-barang yang memerlukan perhatian manajemen.
  • Laporan kinerja, yang menunjukkan seberapa baik kinerja sistem berkinerja dilihat dari ukuran stockout dan ukuran lain.
  • Laporan perencanaan, yang dapat digunakan manajemen manufaktur untuk perencanaan persedian masa depan.
  1. Sistem Pelepasan pesanan. Menggunakan jadwal pesanan terencana untuk input dan menghasilkan laporan pelepasan pesanan yang diberikan kepada pemasok dan manajemen.

        MRP membantu perusahaan mengelola materialnya secara lebih baik, melalui MRP kebutuhan material masa depan dapat diketahui, namun MRP dapat cocok pada suatu lingkungan produksi tertentu.

MANUFACTURING RESOURCE PLANNING (MRP II)

Sistem MRP II mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan dengan manajemen tunggal. MRP II dapat menyediakan informasi bagi sistem informasi eksekutif dan bagi sistem informasi fungsional lain. MRP II juga bertukar data dengan subsistem informasi akuntansi yang terlibat dalam arus material-pemasukan pesanan, penagihan, piutang dagang, pembelian, penerimaan, hutang dagang, dan buku besar.

MANFAAT MRP II

  • Penggunan sumber daya yang lebih efisien.
  • Perencanaan prioritas yang lebih baik.
  • Pelayanan pelanggan yang meningkat.
  • Semangat kerja pegawai meningkat.
  • Informasi manajemen yang lebih baik

PENDEKATAN JUST-IN-TIME

Pendekatan just-in-time (JIT) menjaga arus material melalui pabrik hingga minimum dengan menjadwalkan material agar tiba di stasiun kerja tepat pada waktunya (just in time).     JIT mencoba meminimumkan biaya persediaan dengan memproduksi pada jumlah yang lebih sedikit. Waktu adalah kunci sistem JIT. Berlawanan dengan MRP, yang menekankan perencanaan jangka panjang dan memerlukan komputer, JIT menekankan waktu dan penggunaan sinyal nonkomputer.


 

3.     MODEL SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

    Sistem informasi manufaktur mencakup semua aplikasi komputer dalam area manufaktur sebagai sistem konseptual.

SUBSISTEM INPUT

    Sistem informasi akuntansi mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasoknya.

    Subsistem industrial engineering menyerupai subsistem penelitian pemasran karena terutama terdiri dari proyek-proyek pengumpulan data khusus. Dua subsitem itu berbeda karena subsistem industrial engineering mengumpulkan data dari dalam perusahaan bukannya dari lingkungan.

    Subsitem intelijen manufaktur mengumpulkan data dari lingkungan. Pemasok dan serikat pekerja merupakan tanggung jawab khusus manufaktur.

SUBSISTEM OUTPUT

    Empat subsistem output mengukur tiap dimensi proses produksi. Subsistem produksi mengukur proses dalam hal waktu menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya. Subsistem persediaan mengukur volume aktivitas produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi barang dalam proses dan akhirnya barang jadi. Subsistem kualitas mengukur kualitas material saat material tersebut diubah. Subsistem biaya mengukur biaya yang terjadi dalam proses produksi.


 

4.     BAGAIMANA MANAJER MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

    Sistem informasi manufaktur digunakan baik dalam penciptaan maupun dalam operasi sistem produksi fisik. Informasi itu digunakan oleh eksekutif perusahaan, manajer di area manufaktur dan juga manajer di area lain.

    Manajer dalam pemasaran dan keuangan juga menggunakan output lain. Pemasar tertarik pada aspek produksi seperti biaya, kualitas, dan penyediaan karena factor-faktor tersebut mempengaruhi penjualan produk. Manajer keuangan memiliki perhatian khusus pada subsistem persediaan, karena digunakan dalam menentukan investasi persediaan, dan pada subsistem produksi, karena digunakan untuk membuat keputusan penting mengenai konstruksi atau perluasan pabrik. Titik penting yang perlu diingat adalah kenyataan bahwa sistem informasi manufaktur menyediakan informasi bagi para manajer di seluruh perusahaan.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

0 komentar:

Poskan Komentar