Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi Manajemen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 November 2010

KESUKSESAN DAN KEGAGALAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI

kesuksesan dan Kegagalan Penerapan

Sistem Informasi

Kegagalan Penerapan Sistem Informasi

Kegagalan dari sistem informasi bukan hanya pada bagian-bagiannya saja, tetapi pada keseluruhan sistem yang tidak dapat digunakan sebagaimana yang diharapkan. Pengguna harus memahami sistem informasi dan mengembangkan prosedur manual paralel untuk membuat sistem bekerja secara sempurna.

Masalah Pokok Sistem Informasi

Terdapat faktor penyebab munculnya masalah pada sistem informasi. Faktor tersebut dapat bersifat teknis dan nonteknis. Faktor-faktor tersebut yaitu:

  1. Desain

    Informasi mungkin tidak disediakan secara cepat atau tersedia dalam sebuah format yang tidak memungkinkan bagi pengguna atau menampilkan data yang salah. Pengguna tidak memahami secara teknis dan harus berinteraksi dengan sistem sering menjadi sangat kompleks dan membingungkan. Sistem informasi dikatakan gagal jika desainnya tidak sesuai dengan struktur, budaya, dan tujuan organisasi secara keseluruhan.

  2. Data

    Data dalam sistem mempunyai tingkat ketidakakurasian dan konsistensi yang tinggi. Informasi dalam bidang-bidang tertentu bahkan membingungkan atau tidak ditunjukan secara tepat untuk tujuan-tujuan bisnis. Informasi yang disyaratkan dalam fungsi bisnis yang spesifik mungkin tidak dapat diakses karena datanya tidak sesuai.

  3. Biaya

    Sistem sangat diperlukan, namun sering dalam implementasi dan pengoperasiannya memerlukan biaya di atas anggaran. Harus diperhitungkan manfaat yang akan dihasilkan ketika diberlakukannya suatu sistem agar tidak terjadi lebih besar biaya yang dikeluarkan daripada manfaat yang diperoleh.

  4. Operasi

    Sistem tidak akan berjalan dengan baik jika informasi tidak disediakan secara tepat waktu dan efisien karena operasi komputer yang mengendalikan pemrosesan informasi tidak berjalan semestinya. Pekerjaan-pekerjaan yang gagal sering mengakibatkan pengulangan-pengulangan atau penundaan-penundaan dan tidak dapat memenuhi jadwal penyampaian informasi.


     

Mengukur Kesuksesan Sistem

Faktor-faktor yang dijadikan ukuran keberhasilan penerapan suatu sistem menurut Laudon yaitu:

  1. Sistem tersebut tingkat penggunaannya relatif tinggi yang diukur melalui polling terhadap pengguna, pemanfaatan kuesioner, atau monitor parameter seperti volume transaksi on-line.
  2. Kepuasan pengguna terhadap sistem yang diukur melalui kuesioner atau interview.
  3. Sikap yang menguntungkan para pengguna terhadap sistem informasi dan staff dari sistem informasi.
  4. Tujuan yang dicapai.
  5. Imbal balik keuangan untuk organisasi baik melalui pengurangan biaya atau peningkatan penjualan dan profit.

Kelima ukuran tersebut dipertimbangkan menjadi limited value walaupun telah diambil keputusan untuk mengembangkan sistem tertentu. Manfaat dari sistem informasi tidak seluruhnya dapat dikuantitatifkan.


 

PENYEBAB KESUKSESAN DAN KEGAGALAN SISTEM INFORMASI

Sistem informasi menjadi prioritas pertama untuk dikembangkan karena besarnya kekuatan-kekuatan lingkungan eksternal dan kesamaan dari kekuatan faktor internal atau institusional. Beberapa sistem gagal karena benturan diantara keadaan atau lingkungan internal.

Ada beberapa alasan mengapa gagal. Beberapa studi telah menemukan bahwa dalam organisasi dengan situasi dan lingkungan yang hampir sama, inovasi yang sama akan menghantarkan kesuksesan, namun kegagalan unsure yang lain dalam organisasi merupakan penyebab kegagalan. Hal ini disebabkan karena focus penjelasan terdapat pada pola implementasi yang berbeda.


 

IMPLEMENTASI KONSEP

Implementasi merujuk pada semua aktifitas organisasi yang ditujukan terhadap adopsi, manajemen, dan inovasi rutin. Yang harus diyakini adalah organisasi harus memilih para pelaku dengan karakteristik social yang cocok, sebagaimana memilih produk yang paling unggul untuk kesuksesan inovasinya. Secara umum literature yang berkaitan dengan hal ini memfokuskan pada adaptasi tingkat awal dan inovasi dari manajemen.

Beberapa tindakan kunci yang diperlukan untuk jangka waktu yang panjang, suksesnya implementasi, dan indikator-indikator kesuksesan :

  • Dukungan dana dari dalam
  • Penyusunan organisasi baru
  • Ketersediaan dan perbaikan yang terus menerus
  • Klasifikasi personel yang baru
  • Perubahan otoritas organisasi
  • Internalisasi program-program pelatihan
  • Updating sistem secara rutin
  • Promosi orang-orang kunci
  • Daya tahan sistem setelah berubah dari bentuk aslinya
  • Tercapainya tujuan penggunaan sistem

Dalam konteks implementasi, analisis sistem adalah agen perubahan. Analis bukan hanya mengembangkan solusi teknis, tetapi juga mendefinisikan konfigurasi, interaksi, aktifitas pekerjaan, dan hubungan struktur antara berbagai kelompok dalam organisasi.


 

PENYEBAB KESUKSESAN DAN KEGAGALAN IMPLEMENTASI

Riset tentang implementasi sistem informasi telah menunjukkan bahwa tidak ada satupun penjelasan untuk kesuksesan dan kegagalan sistem. Begitu pula tentang rumus kesuksesan sistem informasi. Tidak satupun rumus agar suatu sistem dapat berhasil. Namun begitu, riset telah menemukan bahwa hasil implementasi secara luas dapat ditentukan oleh faktor-faktor berikut :

  1. Peran pengguna dalam proses implementasi.
  2. Tingkat dukungan manajemen bagi upaya implementasi.
  3. Tingkat kompleksitas dan risiko implementasi proyek.
  4. Kualitas manajemen dalam proses implementasi.

Berikut penjelasan dari faktor-faktor diatas :

  1. Keterlibatan dan Pengaruh Pengguna

    Keterlibatan dalam desain dan operasi sistem informasi mempunyai beberapa hasil yang positif. Pertama, jika pengguna terlibat secara mendalam dalam desain sistem, ia akan memiliki kesempatan untuk mengadopsi sistem menurut prioritas dan kebutuhan bisnis, dan lebih banyak kesempatan untuk mengontrol hasil. Kedua, pengguna berkecenderungan untuk lebih bereaksi positif terhadap sistem karena mereka merupakan partisipan aktif dalam proses perubahan itu sendiri.

  2. Kesenjangan Komunikasi Antara Pengguna dengan Perancang Sistem Informasi

    Hubungan antara konsultan dengan klien secara tradisional merupakan bidang masalah dalam upaya sistem informasi. Pengguna dan specialist sistem informasi cenderung mempunyai perbedaan dalam latar belakang, kepentingan dan prioritas. Inilah yang sering dikatakan sebagai kesenjangan komunikasi antara pengguna dan desainer. Perbedaan ini akan menyebabkan adanya perbedaan loyalitas organisasi, pendekatan dalam pemecahan masalah, dan referensi.

  3. Dukungan Manajemen

    Jika sebuah proyek sistem informasi mendapat dukungan serta persetujuan dari manajemen di semua level, sepertinya akan dipersepsikan positif baik oleh pengguna maupun staf pelayanan teknis informasi.

    Dukungan manajemen juga akan meyakinkan bahwa proyek sistem akan menerima cukup dana serta sumber daya lain untuk meraih kesuksesan.

  4. Tingkat Kompleksitas dan Risiko

    Beberapa proyek pengembangan sistem terdapat kecenderungan gagal karena sistem-sistem tersebut mengandung tingkat risiko yang tinggi dibandingkan yang lain. Para peneliti telah mengidentifikasikan tiga faktor kunci yang memengaruuhi tingkat risiko proyek,, yaitu :

    1. Ukuran proyek : Semakin besar proyek semakin besar pula risikonya.
    2. Struktur proyek : Beberapa proyek strukturnya lebih tinggi di banding yang lain. Persyaratan-persyaratannya jelas dan lugas, sehingga output dan proses dapat secara mudah ditentukan.
    3. Pengalaman dengan Teknologi : risiko proyek akan meningkat jika tim proyek dan staf sistem informasi kurang memiliki keahlian teknis. Semakin tinggi tingkat resiko semakin tinggi pula usaha implementasi akan gagal.
    4. Manajemen dan Proses Implementasi : Konflik dan ketidakpastian dalam implementasi proyek dikelola dan diorganisasi dengan cara yang tidak sempurna (jelek). Sistem pengembangan proyek tanpa manajemen yang tepat besar kemungkinan akan membawa konsekuensi kerugian sebagai berikut :
  • Biaya yang berlebih-lebihan sehingga melampaui anggaran
  • Melampaui waktu yang telah diperkirakan
  • Kelemahan teknis yang berakibat pada kinerja yang berada dibawah tingkat dari yang diperkirakan.
  • Gagal dalam memperoleh manfaat yang diperkirakan.

TANTANGAN DARI REKAYASA BISNIS

Tantangan inovasi dan implementasi yang ada, tidak lah mengejutkan jika muncul tingkat kegagalan yang sangat tinggi bagi proyek-proyek rekayasa bisnis, yang secara mendasar memerlukan perubahan organisasi secara luas. Dalam beberapa kasus masalah berasal dari ketidakmampuan manajemen mengidentifikasi masalah-masalah kritis untuk dipecahkan melalui rekayasa atau memperjelas antara perbaikan radikal dari proses bisnis inti dan perubahan secara menyeluruh. Dalam hal ni perusahaan hanya berusaha membuat peningkatan-peningkatan menyeluruh dalam operasi yang berlangsung terus menerus disamping mendisain kembali secara radikal proses bisnisnya. Dalam beberapa kasus hambatan utama dalam rekayasa disebabkan oleh kurangnya implementasi dan perubahan pratek-pratek manajemen yang gagal dan pada akhirnya menimbulkan ketakutan untuk berubah. Masalah-masalah dalam rekayasa adalah bagian dari masalah yang lebih besar dari implementasi organisasi dan perubahan manajemen.


 

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

Masalah-masalah berikut perlu diperhatikan secara khusus dalam setiap tahap pengembangan sistem ketika proses implementasi dikelola secara tidak sempurna:

Analisis

  • Waktu, uang dan sumber daya belum dialokasikan untuk menemukan masalah.
  • Waktu yang diperlukan dalam perencanaan pendahuluan sangat sedikit bahkan tidak ada.
  • Penempatan staf pada proyek tidak tepat.
  • Beberapa requirement didapatkan dari dokumentasi sistem yang tidak mencukupi.
  • Pengguna menolak menghabiskan waktu untuk membantu tim proyek.
  • Analisis proyek tidak dapat mewawancarai pengguna secara baik.


 

Desain

  • Pengguna tidak memiliki tanggung jawab terhadap input untuk aktifitas desain.
  • Sistem di desain hanya untuk melayani kebutuhan saat ini.
  • Perubahan yang drastis dalam prosedur-prosedur klerikal atau staffing direncanakan tanpa dilakukan analisa dampak organisasi.
  • Spesifikasi fungsional tidak di dokumentasikan secara cukup.


 

Pemrograman

  • Jumlah waktu dan uang yang diisyaratkan untuk pengembangan software adalah terlampau rendah.
  • Programmer disuplai dengan spesifikasi yang tidak lengkap.
  • Tidak cukupnya waktu yang diberikan untuk pengembangan program secara logis, terlalu banyak waktu terbuang dalam penulisan kode.
  • Programmer tidak menggunakan kesempatan secara maksimal dari desain struktur atau teknik-teknik yang berorientasi pada objek.
  • Program tidak didokumentasikan secara cukup.
  • Sumber daya yang diperlukan tidak dijadwalkan.


 

Pengujian

  • Jumlah waktu dan uang yang diperlukan untuk testing lebih rendah.
  • Tim proyek tidak mengembangan rencana tes secara terorganisasi.
  • Pengguna tidak terlibat didalam testing secara cukup.
  • Tim implementasi tidak mengembangkan tes penerimaan yang cocok untuk manajemen review.


 

Konversi

  • Waktu dan uang untuk aktivitas konversi, khususnya untuk konversi data dianggarkan tidak cukup.
  • Tidak semua individual yang akan menggunakan sistem dilibatkan sampai konversi dimulai.
  • Dokumentasi sistem dan pengguna tidak cukup.
  • Evaluasi kinerja tidak dilakukan.
  • Persediaan untuk perbaikan sistem tidak cukup.


 

MENGELOLA IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

Peluang untuk berhasilnya sebuah sistem dapat ditingkatkan melalui antisipasi masalah-masalah implementasi yang mungkin terjadi dan menerapkan strategi koreksi yang paling tepat. Berbagai manajemen proyek, penentuan kebutuhan, dan metodologi perencanaan dikembangkan untuk masalah yang spesifik. Strategi juga telah diformulasikan untuk memastikan bahwa pengguna memainkan peran yang tepat pada keseluruhan periode implementasi dan untuk mengelola proses perubahan organisasi.

Daftar Pustaka

Husein, Muhammad Fakhri dan Amin Wibowo. 2002. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: UPP AMP YKPN

SISTEM INFORMASI KEUANGAN

SISTEM INFORMASI KEUANGAN


 

    Kita telah mengetahui bahwa fungsi keuangan berhubungan dengan arus uang yang melalui perusahaan. Pertama, perlu diperoleh uang yang cukup untuk mendukung kegiatan manufaktur, pemasaran, dan kegiatan lain. Kemudian, dana ini perlu dikendalikan untuk memastikan agar dana tersebut digunakan dengan cara yang paling efektif.

    Semua manajer dalam perusahaan memiliki tanggung jawab keuangan. Paling tidak mereka diberikan suatu anggaran operasi dan diharapkan untuk mengendalikan pengeluaran pada batas yang telah ditentukan. Informasi yang menjelaskan arus uang, baik anggaran maupun aktual, memungkinkan manajer memenuhi tanggung jawab keuangannya.

    Para manajer di berbagai area dalam lingkungan perusahaan juga berkepentingan dengan soal keuangan perusahaan. Juga, banyak informasi keuangan yang ditujukan bagi kelompok dan organisasi yang tidak pernah berhubungan langsung dengan perusahaan.

     Sistem informasi keuangan memenuhi kebutuhan manajer maupun elemen-elemen lingkungan perusahaan atas informasi yang menjelaskan status keuangan perusahaan.


 

PERANGKAT KEUANGAN LUNAK SIAP PAKAI

    Perangkat lunak aplikasi siap pakai sebagian besar merupakan paket pengolahan data seperti gaji, persediaan dan piutang. Istilah bisnis umum dan khusus industri untuk menggambarkan paket-paket ini. Manajer keuangan dan analisis juga banyak menggunakan spreadsheet elektronik yang merupakan contoh dari paket-paket produktivitas perorangan. Baris-baris spreadsheet sangat baik untuk menggambarkan data keuangan seperti penjualan dan harga pokok penjualan dan kolom-kolomnya dapat menggambarkan periode waktu seperti bulan, triwulan atau tahun.

    Sistem perangkat lunak siap pakai ini memungkinkan perusahaan kecil mencapai pengendalian keuangan yang baik tanpa melakukan investasi dalam staf jasa informasi yang besar. Sistem itu juga digunakan secara luas pada perusahaan besar, sifatnya yang memudahkan pemakai menjadi pendorong utama end-user-computing.


 

MODEL SISTEM INFORMASI KEUANGAN

    Istilah sistem informasi keuangan untuk menjelaskan subsistem CBIS yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan perusahaan, informasi yang disajikan dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus hasil dari simulasi matematika, komunikasi elektronik dan saran dari sistem pakar.

    Sistem informasi keuangan mempunyai output dan input. Dua dari subsistem input, sistem informasi akuntansi dan suatu subsistem yang dikhususkan untuk mengumpulkan intelijen, juga terdapat dari sistem fungsional lainnya. Subsistem ketiga, audit internal, terdiri dari auditor yang menganalisis sistem konseptual perusahaan memastikan bahwa data-data keuangan diproses secara cepat.

    Tiga subsistem output mempengaruhi arus uang perusahaan. Subsistem peramalan (forecasting) memproyeksikan kegiatan jangka panjang perusahaan dalam lingkungan ekonomi.subsistem manajemen dana mengelola arus uang, menjaganya agar tetap seimbang dan positif. Subsistem pengendalian memungkinkan manajer untuk menggunakan secara efektif semua jenis sumber daya yang tersedia.


 

Subsistem Informasi Akuntansi

Pentingnya Data Akuntansi

    Data akuntansi menyediakan catatan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Catatan dibuat untuk setiap transaksi, menjelaskan apa yang terjadi, kapan terjadinya, siapa yang terlibat dan (dalam banyak kasus) berapa banyak uang yang terlibat. Data ini dapat dianalisis dalam berbagai cara untuk memenuhi sebagian kebutuhan informasi manajemen.

    SIA merupakan satu-satunya komponen input yang terdapat pada seluruh sistem informasi fungsional. Bahkan secara lebih mendasar, SIA merupakan dasar yang di atasnya dibangun semua subsistem informasi berorientasi CBIS. Jika perusahaan tidak mempunyai SIA yang baik, perusahaan tidak dapat berharap untuk memiliki SIM, DSS, dan sistem pakar yang baik.


 

Subsistem Audit Internal

    Perusahaan besar maupun kecil bergantung pada auditor eksternal untuk mengaudit catatan akuntansinya untuk menguji kebenarannya. Laporan tahunan pemegang saham berisi Laporan kepada Pemegang Saham yang menyatakan bahwa audit telah dilakukan.

    Perusahaan yang lebih memiliki sendiri staf auditor internal, yang melakukan analisis yang sama seperti auditor eksternal tetapi memiliki lingkup tanggung jawab yang lebih luas. Kita memasukkan audit internal sebagai subsistem input dari sistem informasi keuangan karena kemampuannya untuk mengevaluasi dan mempengaruhi operasi perusahaan secara independen dari sudut pandang keuangan.


 

Subsistem Intelijen Keuangan

    Karena fungsi keuangan mengendalikan arus uang melalui perusahaan, informasi diperlukan untuk mempercepat arusnya. Subsistem intelijen keuangan berusaha mengidentifikasi sumber-sumber terbaik modal tambahan dan investasi terbaik bagi kelebihan dana. Untuk mencapai tujuan ini, subsistem informasi keuangan mengumpulkan data dan informasi dari pemegang saham dan masyarakat keuangan. Sama seperti sistem informasi fungsional lain, subsistem informasi keuangan juga mengumpulkan data dan informasi dari pemerintah. Banyak informasi yang mempengaruhi arus uang datang dari pemerintah pusat dan, sebagian kecil, dari pemerintah daerah atau propinsi, dan pemerintah lokal.


 

Sistem Peramalan

    Peramalan (forecasting) merupakan salah satu kegiatan matematis tertua dalam bisnis. Peramalan ini telah dilakukan bertahun-tahun sebelum komputer, menggunakan kalkulator meja. Komputer memungkinkan peramal (forecasters) membuat perhitungan secara lebih cepat dan mudah. Dalam menentukan kontribusi yang dapat dilakukan peramalan pada perusahaan, anda harus mengingat tiga fakta dasar dalam pikiran.

  • Semua peramalan merupakan proyeksi dari masa lalu
  • Semua peramalan terdiri dari keputusan semistruktur
  • Tidak ada teknik peramalan yang sempurna

Subsistem Manajemen Dana

    Arus uang dari lingkungan, melalui perusahaan, dan kembali ke lingkungan adalah penting karena uang digunakan untuk memperoleh sumber daya fisik lain. Arus ini dapat dikelola untuk mencapai 2 tujuan :

  • Untuk memastikan bahwa arus masuk pendapatan lebih besar dari arus keluar biaya
  • Untuk memastikan bahwa keadaan ini akan tetap stabil sepanjang tahun


 

Subsistem pengendalian

    Manajer memiliki tujuan operasional yang harus dicapai, seperti memproduksi atau menjual sejumlah atau senilai tertentu barang. Manajer diberikan suatu anggaran operasi (operating budget), yaitu jumlah uang yang tersedia untuk digunakan dalam memenuhi tujuan operasional. Anggaran tersebut biasanya meliputi operasi untuk satu tahun fiskal, atau tahun finansial.


 

PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN OLEH MANAJER

    Arus uang keluar perusahaan dipengaruhi oleh anggaran operasi. Manajer di seluruh perusahaan menggunakan anggaran sebagai mekanisme pengendalian. Laporan anggaran bulanan selama tahun fiskal memberitahukan manajer seberapa baik kinerja mereka dibandingkan dengan anggarannya. Manajer juga menggunakan rasio-rasio untuk membandingkan kinerja unitnya dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan, industri dan bisnis secara keseluruhan.


 

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

  1. KOMPUTER SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM FISIK

Jika perusahaan ingin bertahan dalam pasar dunia, maka perusahaan tersebut harus memanfaatkan teknologi komputer. mesin-mesin digunakan untuk menggantikan kinerja buruh yang terlebih dahulu digunakan.

COMPUTER-AIDED DESIGN

Computer-Aided design (CAD) atau computer-aided engineering (CAE) melibatkan penggunaan komputer untuk membantu rancangan produk yang akan dimanufaktur.CAD digunakan untuk merancang segala sesuatudari struktur rumit. Perangkat lunak dari CAD mampu memperbaiki gambar dengan memperhaluskan dan meluruskan garis serta dapat membuat bagian-bagian itu bergerak seperti sedang digunakan. Ketika rancangan selesai, perangkat lunak CAD dapat menyiapkan spesifikasi rinci yang diperlukan untuk memproduksi produk itu. Spesifikasi ini akan disimpan dalam database rancangan.

COMPUTER-AIDED MANUFACTURING

Merupakan penerapan komputer dalam proses produksi untuk menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang diperoleh dari database rancangan. Dengan teknologi CAM. produksi akan berjalan lebih cepat dan presisi yang lebih tinggi dari pada jika pekerja manusia yang mengendalikan. Presisi yang lebih tinggi memungkinkan lebih sedikitnya bagian yang cacat dan terbuang.

ROBOTIK

Robotik melibatkan penggunaan robot industrial (industrial robots-IR), alat yang secara otomatis melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam proses manufaktur. Aplikasi robotik yang populer adalah pengisian bahan baku ke dalam peralatan mesin yang yang diotomatisasi oleh CAM. Robotik memungkinkan perusahaan untuk memotong biaya dan mencapai tingkat kualitas yang tinggi, tetapi mereka juga melaksanakan pekerjaan yang berbahaya seperti bekerja di area yang suhunya sangat tinggi.


 

  1. KOMPUTER SEBAGAI SISTEM INFORMASI

Sistem informasi manufaktur merupakan subsistem dari CBIS yang memberikan informasi mengenai operasi produksi. Output dari sistem ini digunakan untuk menciptakan dan mengoperasikan sistem produk fisik.


 

SISTEM TITIK PEMESANAN KEMBALI

    Salah satu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan reaktif, yaitu menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian atau suatu proses produksi. Tingkat barang yang berfungsi sebagai pemicu disebut titik pemesanan kembali (reorder point-ROP), dan sistem yang mendasarkan keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali disebut sistem titik pemesanan kembali. Rumus perhitungan pemesanan kembali, yaitu sebagai berikut :

    ROP = LU + S

    Keterangan : ROP = titik pemesanan kembali

     L= lead time pemasok (dalam hari)

     U= tingkat pemakaian (dalam unit yang digunakan atau terjual per hari)

        S= tingkat safety stock (dalam unit)


 

MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING

MRP merupakan suatu strategi material proaktif. MRP mampu melihat ke masa depan dan mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlahnya, dan tanggal diperlukannya. Berikut penjelasan mengenai komponen MRP, yaitu :

  1. Sistem Penjadwalan Produksi. Menggunakan empat file data dalam menyiapakan master production schedule, yaitu file pesanan pelanggan, file ramalan penjualan, file persediaan barang jadi, dan file kapasitas produksi. Master production Schedule memproyeksikan produksi cukup jauh ke depan untuk mengakomodasikan proses produksi yang merupakan kombinasi lead time pemasok dan waktu produsi terlama.
  2. Sistem Materials Requirements Planning. Menentukan berapa banyak material yang diperlukan untuk memproduksi jumlah unit yang diinginkan. File bill of Material digunakan untuk menguraikan bill of material untuk tiap jenis barang yang dijadwalkan untuk produksi dengan mengalikan kuantitas di bill of material dengan jumlah unit yang akan diproduksi. Tujuan fife ini dibuat untuk menentikan total kebutuhan bruto, selanjutnya untuk mencari kenutuhan netto.
  3. Sistem Material Requirements Planning bekerja berhubungan dengan sistem capacity requirements planning untuk memastikan bahwa produksi terjadwal itu sesuai dengan kapasitas pabrik. Kemudian akan dihasilkan outuput utama berupa jadwal pesanan terencana, yang mendaftarkan jumlah kebutuhan tiap material berdasarkan periode waktu. Output lainnya adalah :
  • Perubahan pesanan terencana, yang mencerminkan pesanan yang dibatalkan, pesanan yang dipercepat, dan kuantitas pesanan yang dimodifikasi.
  • Laporan perkecualian, yang menandai barang-barang yang memerlukan perhatian manajemen.
  • Laporan kinerja, yang menunjukkan seberapa baik kinerja sistem berkinerja dilihat dari ukuran stockout dan ukuran lain.
  • Laporan perencanaan, yang dapat digunakan manajemen manufaktur untuk perencanaan persedian masa depan.
  1. Sistem Pelepasan pesanan. Menggunakan jadwal pesanan terencana untuk input dan menghasilkan laporan pelepasan pesanan yang diberikan kepada pemasok dan manajemen.

        MRP membantu perusahaan mengelola materialnya secara lebih baik, melalui MRP kebutuhan material masa depan dapat diketahui, namun MRP dapat cocok pada suatu lingkungan produksi tertentu.

MANUFACTURING RESOURCE PLANNING (MRP II)

Sistem MRP II mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan dengan manajemen tunggal. MRP II dapat menyediakan informasi bagi sistem informasi eksekutif dan bagi sistem informasi fungsional lain. MRP II juga bertukar data dengan subsistem informasi akuntansi yang terlibat dalam arus material-pemasukan pesanan, penagihan, piutang dagang, pembelian, penerimaan, hutang dagang, dan buku besar.

MANFAAT MRP II

  • Penggunan sumber daya yang lebih efisien.
  • Perencanaan prioritas yang lebih baik.
  • Pelayanan pelanggan yang meningkat.
  • Semangat kerja pegawai meningkat.
  • Informasi manajemen yang lebih baik

PENDEKATAN JUST-IN-TIME

Pendekatan just-in-time (JIT) menjaga arus material melalui pabrik hingga minimum dengan menjadwalkan material agar tiba di stasiun kerja tepat pada waktunya (just in time).     JIT mencoba meminimumkan biaya persediaan dengan memproduksi pada jumlah yang lebih sedikit. Waktu adalah kunci sistem JIT. Berlawanan dengan MRP, yang menekankan perencanaan jangka panjang dan memerlukan komputer, JIT menekankan waktu dan penggunaan sinyal nonkomputer.


 

3.     MODEL SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

    Sistem informasi manufaktur mencakup semua aplikasi komputer dalam area manufaktur sebagai sistem konseptual.

SUBSISTEM INPUT

    Sistem informasi akuntansi mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasoknya.

    Subsistem industrial engineering menyerupai subsistem penelitian pemasran karena terutama terdiri dari proyek-proyek pengumpulan data khusus. Dua subsitem itu berbeda karena subsistem industrial engineering mengumpulkan data dari dalam perusahaan bukannya dari lingkungan.

    Subsitem intelijen manufaktur mengumpulkan data dari lingkungan. Pemasok dan serikat pekerja merupakan tanggung jawab khusus manufaktur.

SUBSISTEM OUTPUT

    Empat subsistem output mengukur tiap dimensi proses produksi. Subsistem produksi mengukur proses dalam hal waktu menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya. Subsistem persediaan mengukur volume aktivitas produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi barang dalam proses dan akhirnya barang jadi. Subsistem kualitas mengukur kualitas material saat material tersebut diubah. Subsistem biaya mengukur biaya yang terjadi dalam proses produksi.


 

4.     BAGAIMANA MANAJER MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

    Sistem informasi manufaktur digunakan baik dalam penciptaan maupun dalam operasi sistem produksi fisik. Informasi itu digunakan oleh eksekutif perusahaan, manajer di area manufaktur dan juga manajer di area lain.

    Manajer dalam pemasaran dan keuangan juga menggunakan output lain. Pemasar tertarik pada aspek produksi seperti biaya, kualitas, dan penyediaan karena factor-faktor tersebut mempengaruhi penjualan produk. Manajer keuangan memiliki perhatian khusus pada subsistem persediaan, karena digunakan dalam menentukan investasi persediaan, dan pada subsistem produksi, karena digunakan untuk membuat keputusan penting mengenai konstruksi atau perluasan pabrik. Titik penting yang perlu diingat adalah kenyataan bahwa sistem informasi manufaktur menyediakan informasi bagi para manajer di seluruh perusahaan.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

SISTEM INFORMASI PEMASARAN

STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL

Semua jenis organisasi memiliki fungsi pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, dan jasa informasi walau nama-nama ini tidak selalu tampak pada bagan organisasi. Perusahaan yang memiliki fungsi manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi produk yang dijualnya. Fungsi- fungsi lain meliputi engineering, dan penelitian dan pengembangan.


 

SISTEM INFORMASI FUNGSIONAL

Pengaruh organisasi fungsional sangat luas sehingga sistem informasi juga dapat diorganisasikan secara fungsional. Dalam antusiasme yang tinggi untuk menerapkan komputer, para pemasar membuat suatu dasar toritis yang kokoh yang menjadi landasan bagi sistem informasi semua area fungsional.


 

PRINSIP-PRINSIP PEMASARAN

Pemasaran terdiri dari kegiatan perorangan dan organisasi yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan, pendistribusian, promosi dan penentuan harga barang, jasa dan gagasan.


 

BAURAN PEMASARAN

Strategi pemasaran terdiri dari campuran unsur-unsur yang dinamakan bauran pemasaran: produk, promosi, tempat dan harga.
Produk adalah apa yang dibeli oleh pelanggan untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya. Promosi berhubungan dengan semua cara yang mendorong penjualan produk, termasuk periklanan dan penjualan langsung. Tempat berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui saluran distribusi. Harga terdiri dari semua elemen yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan untuk produk itu.


 

EVOLUSI KONSEP SISTEM INFORMASI PEMASARAN

Istilah pusat saraf pemasaran (marketing nerve center) digunakan untuk menggambarkan suatu unit baru di dalam pemasaran yang mengumpulkan dan mengelola informasi pemasaran. Terdapat tiga jenis informasi pemasaran yang digambarkan yaitu :

  • Intelijen pemasaran (marketing intelligence), yaitu informasi yang diperoleh oleh perusahaan dari lingkungan.
  • Informasi pemasaran intern (internal marketing information), yaitu informasi yang dikumpulkan dari dalam perusahaan.
  • Komunikasi pemasaran (marketing communication), yaitu informasi yang mengalir keluar dari perusahaan ke lingkungan.

Kotler mengatakan bahwa tujuan pusat saraf itu adalah dimana keputusan dapat direalisasikan pada pemasaran yang rumit, seperti keputusan menurunkan harga.

Kita dapat mendefinisikan sistem informasi pemasaran atau MKIS sebagai suatu sistem berbasis computer yang bekerjasama dengan sistem informasi fungsional lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pemasaran produk perusahaan.


 

MODEL SISTEM INFORMASI PEMASARAN

Model sistem informasi pemasaran terdiri dari kombinasi subsistem-subsistem input dan output yang dihubungkan dengan database. Berikut merupakan komponen-komponen sistem informasi pemasaran:

  1. Subsistem Output

    Subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian dari bauran. Subsistem produk menyediakan informasi tentang produk perusahaan. Subsistem tempat menyediakan informasi tentang jaringan distribusi perusahaan. Subsistem promosi menyediakan informasi tentang kegiatan periklanan perusahaan dan penjualan langsung. Subsistem harga membantu manajer membuat keputusan harga. Subsistem bauran terintegrasi yang memungkinkan manajer untuk mengembangkan strategi dan mempertimbangkan dampak gabungan dari unsur-unsur tersebut.

    Tiap subsistem output terdiri dari program-program didalam koleksi perangkat lunak yang memungkinkan manajer untuk mendapat informasi dalam bentuk laporan periodik dan khusus, hasil simulasi matematika, komunikasi elektronik dan saran sistem pakar. Subsistem output dari semua sistem informasi fungsional berisi semua jenis perangkat lunak CBIS.


     

  2. Database

    Data yang digunakan oleh subsistem output berasal dari database. Beberapa data dalam database unik bagi fungsi pemasaran tapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.


     

  3. Subsistem Input

    Sistem informasi akuntansi mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan. Subsistem intelejen pemasaran mengumpulkan informasi dari lngkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran. Subsistem penelitian pemasaran melakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran untuk tujuan mempelajari kebutuhan konsumen dan meningkatkan efisiensi pemasaran.


     

BAGAIMANA MANAJER MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN

Kita melihat bahwa manajer pemasaran menggunakan MKIS untuk mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, memformulasikan bauran pemasaran, dan membuat tindak lanjut sampai sejauh mana bauran tersebut diterima oleh konsumen.


 

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

  • Pengolahan Data

    Pengolahan data (data processing-DP) adalah manipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya. SIA melaksanakan empat tugas dasar pengolahan data yaitu: pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data, dan penyiapan dokumen.

Pengumpulan data. Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.

Manipulasi data. Data perlu dimanipulasi untuk mengubahnya menjadi informasi. Operasi manipulasi meliputi:

  • Pengklasifikasian. Elemen-elemen data tertentu dalam catatan digunakan sebagai kode. Kode adalah satu atau beberapa karakter yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan catatan.
  • Penyortiran. Catatan-catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data lain.
  • Penghitungan. Operasi aritmatika dan logika dilaksanakan pada elemen-elemen data untuk menghasilkan elemen-elemen tambahan.
  • Pengikhtisaran. Terdapat begitu banyak data yang perlu disintesis, atau disarikan, menjadi bentuk toal, subtotal, rata-rata, dsb.

Penyimpanan data. Data disimpan pada media penyimpanan sekunder, dan file dapat diintegrasikan secara logis untuk membentuk suatu database. Secara umum, sebagian besar data dalam database adalah data akuntansi.

Penyiapan dokumen. SIA menghasilkan output untuk perorangan dan organisasi baik di dalam dan di luar perusahaan. Output dipicu dalam dua cara:

  • Oleh suatu tindakan. Output dihasilkan jika sesuatu terjadi.
  • Oleh jadwal waktu. Output dihasilkan pda suatu saat tertentu.


 

  • Model Sistem Informasi Akuntansi

Elemen input, transformasi dan output dari sistem fisik perusahaan berada pada bagian bawah. Data dikumpulkan dari seluruh sistem fisik dan lingkungan, lalu dimasukkan ke dalam database. Perangkat lunak pengolahan data mengubah data menjadi informasi untuk manajemen perusahaan serta untuk perorangan dan organisasi di lingkungan perusahaan. SIA bertanggung jawab untuk menyediakan informasi bagi tiap elemen lingkungan kecuali pesaing.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

  • Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi

Ada beberapa karakteristik pengolahan data yang jelas membedakan SIA dari subsistem CBIS yang lain. Karakteristik tersebut antara lain :

  • Melaksanakan tugas yang diperlukan. Perusahaan diharuskan oleh undang-undang n oleh undang-undangng diperlukan.Perusahaan tidak memutuskan untuk melaksanakan pengolahan data atau tidak.Perusahaan diharuskuntuk memelihara catatan kegiatannya. Manajemen persediaan pasti menerapkan SIA sebagai cara mencapai dan menjaga pengendalian.
  • Berpegang pada prosedur yang relatif standar. Peraturan dan praktek yang diterima menentukan cara pelaksanaan pengolahan data. Segala jenis organisasi mengolah data dengan cara yang pada dasarnya sama.
  • Menangani data yang rinci. Karena berbagai catatan pengolahan data menjelaskan kegiatan perusahaan secara rinci, catatan tersebut menyediakan jejak audit. Jejak audit adalah kronologi kegiatan yang dapat ditelusuri dari awal hingga ke akhir, dan dari akhir hingga ke awal.
  • Terutama berfokus historis. Data yang dikumpulkan oleh SIA umumnya menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau.
  • Menyediakan informasi pemecahan masalah yang minimal .SIA menghasilkan sebagian output informasi bagi manajer perusahaan.


 

  • Contoh Sistem Informasi Akuntansi

Suatu contoh yang baik dari SIA adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi – perusahaan yang mendistribusikan produk atau jasanya kepada pelanggan. Sistem ini disebut sistem distribusi. Mempelajari sistem ini akan lebih mudah pada perusahaan yang berorientasi produk seperti perusahaan manufaktur, pedagang besar atau pengecer. Tetapi sistem distribusi dapat juga ditemukan di organisasi jasa. Dapat dikatakan bahwa semua organisasi berada dalam bisnis distribusi.


 

  • Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam Pemecahan Masalah

Karena pengolahan data ditandai oleh volume yang besar dibandingkan informasi, tampaknya SIA sedikit berkontribusi pada pemecahan masalah. Hal ini menyesatkan, karena dua alasan. Pertama, SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar. Laporan ini sangat berharga dalam area keuangan dan pada tingkat manajemen puncak. Kedua, dan yang lebih penting, SIA menyediakan database yang kaya yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah. Pengolahan data merupakan dasar bagi sistem-sistem pemecahan masalah yang lain.Langkah pertama dalam menyediakan dukungan komputer bagi pemecahan masalah untuk manajer adalah dengan menerapkan SIA yang baik.

Rabu, 27 Oktober 2010

Komunikasi Data Dalam Sistem Informasi Manajemen

Model Dasar Komunikasi

Komunikasi data adalah pergerakan data dan informasi yang dikodekan dari satu titik ke titik lain melalui peralatan listrik atau elektro magnetik, kabel serat optik (fiber optic cables), atau sinyal gelombang mikro (microwave signals). Istilah lain yang digunakan adalah teleprocessing, telekomunikasi, telecom dan datacom.

Dalam bentuk berbasis sederhana, komunikasi berbasis komputer memiliki 3 tingkatan. Suatu contoh berdasarkan pengiriman pesan e-mail ke seseorang dapat menggambarkan berbagai tingkatan ini. Tingkat tertinggi, tingkat yang terdekat ke pemakai, adalah tingkat aplikasi. Ini bisa berupa perangkat lunak untuk mengirim e-mail melalui internet. Tingkat selanjutnya adalah tingkat komputer, yang membawa pesan e-mail itu saluran komunikasi. Ini adalah komputer anda. Tingkat terendah adalah saluran komunikasi kabel-kabel yang mentransmisikan pesan ke komputer lain di internet.

Protokol Komunikasi Komputer

    Komputer besar awal tidak berkomunikasi dengan komputer lain, hanya dengan terminal-terminal. Terminal tidak memiliki penyimpanan atas prosesor, ia hanya menyediakan sarana untuk memasukkan dan menampilkan data bagi komputer. IBM menyadari keterbatasan komunikasi ini sebagai suatu masalah, terutama sejak IBM ingin menjual lebih dari satu komputer ke satu perusahaan. Keuntungan dari transmisi komputer-ke-komputer adalah hilangnya kebutuhan untuk mentransfer data melalui suatu medium seperti punched card atas pita kertas. Menyalin data ke suatu medium (misalnya pita komputer), membawa medium tersebut ke komputer lain, kemudian memasukkan data itu ke komputer lain dinamakan sneaker net karena komputer-komputer tersebut tidak berkomunikasi secara langsung. Mereka memerlukan seseorang untuk membawa data itu dari satu komputer ke komputer lain. Sebagai jawaban atas keterbatasan sneaker net, pembuat peralatan komputer dan komunikasi mengembangkan protokol seperti SNA, Token Ring, dan Ethernet.

Paket

    Untuk transfer data yang besar, pesan perlu dibagi menjadi beberapa potongan yang lebih kecil sehingga pesan dari satu komputer tidak mendominasi medium komunikasi. Ini dilakukan dengan paket. Suatu paket adalah sebagian dari keselurahan data yang akan dikomunikasikan, dikombinasikan dengan alamat komputer tujuan data tersebut dan informasi pengendali lainnya.


 

Alamat Jaringan

    Alamat adalah empat rangkaian angka (masing-masing dari 0 sampai 225), dipisahkan oleh titik, dimana bagian alamat menetukan jaringan, host, sub-jaringan, dan komputer yang dituju. Sebagian besar pemakai komputer di kantor dihubungkan ke jaringan melalui jaringan melalui suatu alamat yang ditentukan secara permanen.

Perkembangan Protokol untuk Sistem Telepon Publik

    Kecepatan transmisi data melalui sistem telepon public lebih lambat dibandingkan bila dua komputer komputer dihubungkan melalui kabel telepon. Masalahnya karena protokol untuk sistem telepon public dibuat sehingga berbagai macam media komunikasi yang mungkin atau mungkin tidak dapat diandalkan.

Internet

Internet memiliki dampak yang lebih besar pada komunikasi berbasis komputer daripada perkembangan yang lain, dan ia telah menghasilkan aplikasi khusus seperti intranet dan ekstranet. Secara sederhana, internet hanyalah kumpulan jaringan yang dapat saling berhubungan. Jika anda memiliki LAN di satu kantor dan LAN di kantor lain, anda dapat menggabungkan keduanya dan itu akan menciptakan suatu Internet.

  • Intranet

    Organisasi dapat membatasi akses ke jaringan mereka hanya bagi anggota organisasinya dengan menggunakan intranet. Intranet menggunakan protokol jaringan komputer yang sama dengan Internet tetapi membatasi akses ke sumber daya komputer hanya bagi sekelompok orang pilihan di dalam organisasi.

  • Ekstranet

    Beberapa pemakai jaringan yang sah mungkin berada di luar batas organisasi. Misalnya, satu pemasok mungkin memerlukan akses ke catatan tingkat persediaan. Saat intanet diperluas hingga menyertakan para pemakai di luar organisasi ia dinamakan ekstranet.

Komunikasi Data Berbasis Komputer

Seiring meluasnya teknologi dan metodologi komunikasi data, berkembang tiga metode pengendalian jaringan. Yang pertama adalah suatu komputer pusat yang dihubungkan ke terminal-terminal. Metode ini diikuti oleh sistem terdistribusi, dan pemrosesan client/Server adalah yang terkini. Masing-masing memiliki keunggulan yang cocok untuk situasi yang berbeda.

Pengendalian Terpusat

    Suatu terminal tidak memiliki penyimpanan atau prosesor. Terminal sekedar meyediakan sarana untuk memasukkan dan menampilkan data untuk komputer. Pengendalian peralatan dilakukan oleh komputer yang terhubung dengan terminal. Suatu komputer mikro mungkin bertindak sebagai terminal saat melaksanakan suatu tugas untuk suatu aplikasi, terutama jika aplikasi itu dikendalikan oleh komputer lain. Dalam hal itu, komputer mikro tersebut bertindak sebagai terminal karena tidak menggunakan sumber daya penyimpanan atau prosesornya sendiri untuk melaksanakan aplikasi tersebut. Namun, jika komputer mikro tersebut memberikan lebih sekedar kemampuan input dan output, secara teknis ia tidak berfungsi sebagai terminal.

Pemrosesan Terdistribusi

    Pemrosesan terdistribusi, juga disebut pemrosesan data terditribusi, adalah istilah untuk komunikasi data dari satu tempat ke tempat lain yang menggunakan data tersebut. Pendekatan pemrosesan ini, memanfaatkan sumber daya komputer yang tersebar secara lebih baik daripada model terminal.

Pemrosesan Client/Server

    Pemrosesan client/Server menyadari perlunya gabungan dari strategi pemrosesan terpusat dan terdistribusi untuk memanfaatkan sepenuhnya kemampuan pemrosesan komputer dan komunikasi data.

Perangkat Keras dan Lunak Komunikasi

Peralatan yang digunakan untuk melakukan interaksi / komunikasi dibedakan atas (peralatan inter aksi):

  1. Data Communication Equipment – DCE, untuk menyalurkan informasi antar lokasi.
  2. Data Terminal Equipment – DTE, merupakan peralatan tempat informasi masuk dan keluar bagi pemakai maupun komputer.

Di dalam sistem komunikasi data ada sistem yang mengatur hubungan dengan peralatan komunikasi data. Peralatan ini disebut Data Communication Controller UnitDCCU.


 

Tugas dari DCCU antara lain :

  • Membentuk antar muka antara sistem input/output bus dan modem;
  • Mengendalikan sinyal antarmuka modem dan konversi level sinyal agar sesuai dengan antarmuka;
  • Mengubah data yang akan dikirimkan menjadi serial dan sebaliknya;
  • Untuk peralatan sinkron terdapat buffer, dan kendali berita antara 2 stasiun dilakukan oleh DCCU;
  • Mengatur error recovery dengan mekanisme retry;
  • Melakukan konversi sandi bilamana perlu;
  • Melakukan sinkronisasi karakter baik dengan cara start/stop maupun dengan karakter SYN;
  • Melakukan bit sinkronisasi untuk controller asinkron. Kadang kala controller sinkron juga dapat melakukannya dengan internal clock;
  • Melakukan pengujian kesalahan (parity, longitudinal atau BCC);
  • Mengendalikan prosedur dengan melacak karakter transmission control.


 

Beberapa macam terminal yang umum :

  • Key board – printer
  • Key board – video display
  • Line printer


 

Input/Output Controller

I/O controller mengatur aliran informasi masuk dan keluar terminal. Terdapat 3 fungsi I/O controller:

  • Kendali masukan (input control)
  • Kendali keluaran (output control)
  • Pemeriksaan kesalahan (error checking) : validity checking, redundancy checking, dan polynomial checking.

Pengendali Terminal

Melakukan semua hal yang dilakukan oleh I/O controller, dengan tugas utamanya adalah: Sinkronisasi, Pengujian kesalahan, Kendali dan perintah I/O, Menyimpan karakter untuk sementara, Multiplexing, Pemeriksaan status dan Pemeriksaan kecepatan, Perakitan dan pembongkaran.

Dalam sistem komunikasi data dikenal beberapa macam perangkat keras yaiu terminal, komputer, tranmission lines, modem, multiplexer, concentrator (pengumpul).

  1. Terminal. Merupakan alat yang melayani proses I/O, jadi merupakan penghubung antara manusia dengan mesin. Pemilihan terminal ditentukan oeh kebutuhan pada saat ini dan melihat perkembangan di masa datang. Macam-macam Terminal Dasaradalah Teletypewriter, Video Display Terminal/Unit – VDT/VDU, Remote Job Entry Terminal, Transaction Terminal, Intelligent Terminal (Terminal Cerdas).
  2. Komputer. Komputer atau prosesor yang dibutuhkan untuk sistem komunikasi data aak berbeda dengan prosesor untuk pengolah data. Banyak komputer dapat melayani kegiatan komunikasi data, asal saja perangkat keras dapat mengambil alih tugas yang kurang dapat dikerjakan secara efisien oleh prosesor tsb. Kebutuhan utama prosesor pada komunikasi data ialah mengolah data yang datang secara cepat dalam sistem real-time.
  3. Transmission Lines. Agar data dapat diterima oleh penerima diperlukan suatu media untuk membawa data tersebut. Medium tersebut dinamakan Saluran Transmisi (transmission lines). Pada dasarnya sistem transmisi dapat membawa data secara listrik atau elektro optik dan melalui satu kanal telekomunikasi. Kanal telekomunikasi merupakan saluran yang dipergunakan untuk membawa data dari sumber ke penerima.
  4. Modem. Singkatan dari Modulator – DEModulator, sesuai dengan fungsinya yaitu melakukan modulasi (merubah pulsa biner menjadi sinyal analog) dan demodulasi. Dalam komunikasi data selalu diperlukan sepasang modem yang masing-masing dipasang di pemancar dan penerima.
  5. Multiplexer. Penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran komunikasi, sehingga terjadi efisiensi penggunaan saluran komunikasi.
    Macam-macam Multiplexing :
  • Ferquency Division Multiplexing - FDM; akan menumpuk sinyal pada bidang frekuensi. Data yang dikirim akan dicampur berdasarkan frekuensinya
  • Time Division Multiplexing – TDM; pengiriman data dilakukan dengan mencampur data berdasarkan waktu sinyal tersebut dikirimkan dan digunakan untuk transmisi sinyak digital.
  • Concentrator. Merupakan antar muka sejumlah terminal dengan saluran ke komputer pusat. Digunakan sebagai pengganti ataupun bersama-sama dengan multiplexer. Data yang diterima dikumpulkan dalam jumlah tertentu, baru kemudian disalurkan secara bersamaan ke tujuan. Sehingga Concentrator dapat membebaskan saluran komunikasi dari lalu lintas yag tidak bermanfaat, dan membebaskan komputer dari semua kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran berita tanpa salah (error free messages).
    Tugas Concentrator meliputi line servicing; Konversi kecepatan dan kode; Meratakan traffic; Error control; Memungkin ekspansi sistem tanpa perlu menggannggu pusat; Dapat mengganti jenis terminal dengan yang lebih efisien tanpa modifikasi pada pusat.

Sebagian besar perangkat lunak berada dalam host dan front end processor, dan sebagian dapat berada pada cluster control unit dan terminal. Perangkat lunak yang berada pada host, berfungsi :

  1. Menempatkan pesan dalam suatu urutan tertentu berdasarkan prioritas.
  2. Mengamankan catatan (log) dari setiap terminal dan memeriksa apakah suatu terminal berwenang untuk mengerjakan tugas yang diminta.
  3. Menghubungkan jaringan datacom dengan sistem manajemen database
  4. Mengamankan gangguan sewaktu listrik pada dengan menyimpan status penyimpanan primer secara periodik.


 

Perangkat lunak dalam front end processor, berfungsi :

  1. Menanyai dan menentukan terminal secara berurutan apakah terminal tersebut ingin menggunakan saluran.
  2. Memelihara catatan dengan memberikan waktu dan tanggal pada tiap pesan dan penomorannya.
  3. Mengubah kode dari satu jenis peralatan (misalnya IBM ) kejenis lain (misal DEC).
  4. Menyunting data
  5. Menambah dan menghapus kode routing.
  6. Memelihara file historis, termasuk memulihkan dari gangguan.
  7. Memelihara statistik atas penggunaan jaringan.


 

Pendekatan dasar Jaringan Pada Pemrosesan

Terdapat dua pendekatan pada jaringan komunikasi data yaitu Timesharing, Pemrosesan Terdistribusi, dan Client/Server computing.

Jaringan Timesharing terdiri dari satu komputer yang dipakai bersama oleh beberapa pemakai yang memperoleh akses melalui terminal-terminal.

Pemrosesan terdistribusi adalah suatu pendekatan dengan cara mendistribusikan komputer mini dan komputer mikro ke seluruh jaringan organisasi, pendekatan ini menggantikan Timesharing sebagai strategi jaringan.

Sedangkan Client/Server Computing adalah suatu pendekatan bagi penggunaan jaringan yang didasarkan pada konsep bahwa sebagian fungsi paling baik ditangani secara lokal dan sebagian paling baik ditangani secara terpusat. Oleh karenanya merupakan gabungan pendekatan Timesharing dangan Pemrosesan Terdistribusi.

Jaringan Setempat

Jaringan Setempat (Local Area Network)

Jaringan Setempat atau LAN adalah sekumpulan computer dan peralatan lain (seperti printer) yang saling berhubungan melalui suatu medium yang sama. LAN menghubungkan komputer-komputer yang dekat secara fisik, misalnya di ruang atau gedung yang sama. Jumlah computer dan peralatan lain yang dapat dihubungkan ke satu LAN terbatas. Batasan tersebut bervariasi tergantung medium yang menghubungkan computer tersebut dan perangkat lunak LAN yang digunakan.

Jaringan setempat menggunakan tiga konfigurasi terpisah untuk menghubungkan computer dan perangkat lain. Konfigurasi jaringan itu dinamakan topologi. Jaringan Token-Ring dari IBM menggunakan topologi, jaringan Ethernet umumnya menggunakan topologi bus (juga dinamakan backbone). Bus adalah suatu kabel tunggal dengan panjang terbatas. Topologi ketiga adalah star dan memerlukan suatu hub. Hub adalah suatu alat yang menerima paket dari data dari suatu computer di salah satu ujung bintang (star) dan menyalin isinya ke sluruh alat lain. Topologi star dan hub penting karena kesederhanaan dan kemudahan penerapannya. Topologi star dan hub bagi sebagian besar professional bisnis lebih berkaitan dengan komunikasi daripada teknologi.

LAN juga memungkinkan kelompok-kelompok kerja berbagi data berbasis computer menggunakan sumber daya computer yang tidak berada di meja si pekerja tetapi dalam jaringan, sertra mengirimkan pesan elektronik ke rekan kerja.

Jaringan Metropolitan (Metropolitan Area Network)

    Adalah jaringan dengan cara yang cukup luas untuk mencakup suatu kota secara keseluruhan atau beberapa kota kecil yang berdekatan. Jarak fisiknya sekitar 30 mil. MAN muncul ketika kebutuhan untuk menghubungkan beberapa computer melampui batas jarak LAN. Menghubungkan beberapa gedung dalam suatu organisasi seperti berada gedung di suatu kampus, merupakan aplikasi MAN paling umum.

Jaringan Luas (Wide Area Network)

    Adalah jaringan digunakan untuk menghubungkan berbagai computer dan peralatan lain bila jaraknya melampui batasan LAN dan MAN. Sistem telepon public atau common carrier menggunakan, digunakan untuk jaringan luas. Kelemahan utama penggunaan system telepon public adalah penurunan kecepatan transmisi.

Manajemen Jaringan

    Manajemen jaringan ditujukan untuk mengurangi peluang kegagalan jaringan terutama melalui perencanaan dan pengendalian.

Perencanaan Jaringan

Terdiri dari semua kegiatan yang diarahkan untuk mengantisipasi kebutuhan jaringan perusahaan. Ini mencakup tiga komponen utama yaitu:

  1. Perencanaan Kapasitas : menganalisis dan merencanakan volume lalu lintas yang dapat ditangani jaringan.
  2. Perencanaan Staf : membantu menentukan jumlah orang yang diperlukan untuk mengelola suatu jaringan dan tingkat keahlian yang diperlukan.
  3. Pemantauan Kinerja: menganalisis waktu respon pada suatu tingkat lalu lintas tertentu untuk mengantisipasi efek dari kemungkinan perubahan kinerja jaringan.

Pengendalian Jaringan

Meliputi pemantauan jaringan setiap hari untuk memastikan bahwa jaringan tetap pada tingkat operasi yang diinginkan. Pengendalian jaringan meliputi prosedur-prosedur seperti deteksi kegagalan, isolasi kegagalan, dan pemulihan jaringan.

Kegagalan adalah tiap kesalahan dalam data yang dikomunikasikan seperti sambungan komunkasi yang tidak berfungsi atau kondisi lain yang membuat data tidak tiba secara tepat. Untuk mencapai dan memlihara pengendalian jaringan, perusahaan memerlukan standar operasi, strategi rancangan, prosedur pengendalian kegagalan, dan metodologi pemecahan masalah.


 

Manajer Jaringan

Saat kita mempelajari database kita melihat bahwa seorang spesialis, yang disebut pengelola database, ditambahkan pada organisasi jasa informasi untuk mengelola bagian system informasi berbasis computer tersebut. Pendekatan yang sama juga dilakukan pada komunikasi dat. Orang yang bertanggung jawab merencanakan, menerapkan, mengoperasikan dan mengendalikan jaringan komunikasi data perusahaan adalah manajer jaringan. Staf dari manajer jaringan dapat terdiri dari beberapa spesialis komunikasi data dengan berbagai keahlian yang berbeda. Dapat mencakup analis jaringan yang melaksanakan fungsi yang sama seperti analis system, hanya terbatas pada system yang berorientasi komunikasi, analis perangkat lunak yang memprogram dan memelihara perangkat lunak komunikasi data. Dan teknisi komunikasi data yang ahli dalam perangkat keras komunikasi data.

Peran Datacom Dalam Pemecahan Masalah

  1. Memungkinkan beberapa sistem komputer saling berbagi (sharing) sumber daya secara bersama. Sehingga bersifat ekonomis.
  2. Menambah manfaat komputer karena jaringan memperluas kegunaan dan daya guna sistem komputer yang saling dihubungkan dengan jaringan tersebut sehingga terminal dengan terminal dapat berkomunikasi, tukar menukar data, dan dapat menggantikan fungsi surat menyurat.
  3. Memungkinkan berbagai macam merk komputer saling berhubungan, dengan demikian pemakai tidak tergantung pada satu vendor/penjual.
  4. Memungkinkan pengembangan sistem komputer secara relatif lebih mudah dan menyebabkan sistem komputer menjadi lebih fleksibel.
  5. Pengolahan terdistribusi, sehingga dapat mencegah ketergantungan kepada pusat atau central processor atau tidak tergantung pada satu sistem komputer saja.
  6. Memungkinkan integrasi berbagai macam aplikasi yang dijalankan pada berbagai macam sistem komputer. Data yang dihasilkan oleh satu bagian dapat segera digunakan oleh departemen lain dan sebaliknya.

Melalui jaringan komunikasi global (internet dan intranet) memungkinkan dibuat sarana Pemasaran dan promosi yang dikenal dengan web site atau homepage, perdagangan yang dikenal dengan e-commerce, surat menyurat elektronik (e-mail), pembelajaran jarak jauh yang dikenal dengan istilah e-learning atau distance learning, dan pelaksanaan konferenasi jarak jauh yang disebut dengan teleconference, serta untuk pelaksanaan pelayanan masyarakat oleh pemerintahan daerah kabupaten/kota dan propinsi serta departemen yang dikenal dengan istilah e-government.

Minggu, 03 Oktober 2010

MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF – RMK 2

PERUSAHAAN DALAM LINGKUNGANNYA

Sistem perusahaan adalah sistem lingkaran tertutup dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan-tujuannya tercapai. Perusahaan juga merupakan sistem terbuka dimana perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungan, mengubahnya menjadi barang dan jasa, dan mengembalikan sumber daya tersebut kepada lingkungan.

    Terdapat delapan jenis elemen utama yang ada dalam lingkungan semua perusahaan. Delapan elemen ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan. Delapan elemen ini meliputi:

  • Pemasok
    menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa
  • Pelanggan mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai
  • Serikat buruh adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tidak terampil
  • Masyarakat keuangan terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia perusahaan
  • Pemegang saham atau pemilik adalah orang-orang yang menanamkan modalnya di perusahaan
  • Pemerintah yakni orang yang memberikan batasan-batasan dalam bentuk undang-undang dan peraturan serta memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi, dan dana
  • Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melakukan operasinya

Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen ini melalui arus sumber daya. Semua sumber daya dari lingkungan yang memasuki perusahaan akhirnya kembali kepada lingkungan. Arus yang sering mengalir mencakup arus informasi dari pelanggan, arus material kepada pelanggan, arus uang kepada pemegang saham, arus mesin dari pemasok, dan arus pekerja dari serikat buruh. Arus yang agak jarang meliputi arus uang dari pemerintah, arus material kepada pemasok, dan arus pekerja kepada pesaing. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan semua elemen tersebut adalah informasi.

KEUNGGULAN KOMPETITIF

Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan leverage di pasaran. Manajer dapat menggunakan sumber daya fisik dan konseptual untuk mencapai tujuan.

Untuk mencapai keunggulan dari pesaing, perusahaan menciptakan nilai dengan melaksanakan aktivitas yang disebut dengan aktivitas nilai. Aktivitas nilai terbagi menjadi dua kategori yaitu:

  • Aktivitas nilai utama (primary value activity) adalah aktivitas yang berhubungan dengan produksi dan penawaran nilai yang lebih besar kepada pelanggan daripada yang dilakukan pesaing. Aktivitas ini mencakup logistik masuk, operasi, logistik keluar, pemasaran dan penjualan serta pelayanan
  • Aktivitas nilai pendukung (support value activity) menyediakan input dan infrastruktur yang memungkinkan aktivitas utama berlangsung. Aktivitas ini mencakup infrastruktur perusahaan, manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pemerolehan (procurement).

Kedua aktivitas ini dintegrasikan membentuk rantai nilai (value chain). Tiap aktivitas nilai memiliki tiga unsur penting yaitu input yang dibeli, sumber daya manusia, dan teknologi. Tiap aktivitas juga menggunakan dan menciptakan informasi.

Saat ini manajemen menyadari keunggulan tambahan yang dapat dicapai dengan mengaitkan rantai nilai perusahaan dengan rantai nilai organisasi-organisasi lain. Kaitan tersebut dinamakan sistem antar-organisasi (interorganizational system-IOS) atau sistem informasi antar-organisasi (interorganizational information system-IIS). Jaringan tersebut dinamakan sistem nilai (value system).

Rantai nilai perusahaan-perusahaan dalam suatu industri dapat sangat mirip tetapi kemungkinan besar rantai nilai tiap perusahaan bersifaT unik. Karena tiap aktivitas nilai mencakup suatu komponen informasi, pengelolaan sumber daya informasi perusahaan merupakan langkah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif.

SUMBER DAYA INFORMASI

Jenis-jenis dari sumber daya informasi terdiri dari perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, spesialis informasi, pemakai, fasilitas, database, dan informasi. Untuk mencapai keunggulan kompetitif, manajer harus menyadari tiap elemen tersebut sebagai sumber daya informasi dan mengelolanya dengan efektif.

PENGELOLA SUMBER DAYA INFORMASI

Chief Information Officer (CIO) adalah manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya tidak hanya untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumber daya informasi tetapi juga berbagai area lain dari operasi perusahaaN. Peran ini seharusnya dilaksanakan oleh manajer jasa informasi tingkat puncak.

MENINGKATNYA KERUMITAN MANAJEMEN INFORMASI

Semakin banyak informasi yang didapatkan perusahaan, maka tugas manajemen akan semakin rumit sehinga tanggung jawab tidak hanya berada pada puncak CIO, namun semua manajer dalam perusahaan.

PERENCANAAN STRATEGIS

Perencanaan strategis merupakan perencanaan jangka panjang karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan posisi yang paling menguntungkan dalam lingkungannya serta menentukan strategi-strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK PERUSAHAAN

Di dalam perusahaan, komite eksekutif bertanggungjawab atas perencanaan strategis. Komite memiliki rencana bisnis strategis yang berguna untuk memantau kinerja sepanjang tahun dan mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan situasi yang berubah. Komite eksekutif juga memerlukan sebuah rencana fungsional yang merinci area-area yang akan mendukung perusahaan menuju tujuan strategisnya.

PERENCANAAN STRATEGIS SUMBER DAYA INFORMASI

Transformasi Kumpulan Strategi

Dalam mengembangkan rencana strategis, pendekatan yang dianjurkan adalah mendasarkan rencana tersebut sepenuhnya pada tujuan strategi perusahaan, yang disebut kumpulan strategi organisasi
(organizational strategy set). Pendekatan selanjutnya adalah transformasi kumpulan strategi (strategy set transformation) yang dibuat untuk mendukung tujuan perusahaan. Rencana ini disebut kumpulan strategi SIM
(MIS strategy set) dan terdiri dari tujuan, kendala, dan strategi. Kekurangan dasar transformasi kumpulan strategi adalah kenyataan bahwa area-area fungsional tidak selalu memiliki sumber daya untuk menjamin terapainya tujuan strategis perusahaan.

Pendekatan SPIR

Solusi untuk masalah tidak memadainya sumber daya informasi adalah perencanaan strategis sumber daya informasi (strategic planning for information resources) atau SPIR. Dalam hal ini, rencana strategis untuk jasa informasi dan rencana strategis untuk perusahaan dikembangkan secara bersamaan. Rencana perusahaan mencerminkan dukungan yang dapat disediakan oleh jasa informasi, dan rencana jasa informasi mencerminkan kebutuhan dukungan sistem di masa depan.

Isi Rencana Strategis Smber Daya Informasi

Rencana ini harus menjelaskan tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh tiap subsistem CBIS selama periode yang tercakup dalam jangka waktu perencanaan, dan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

END-USER COMPUTING SEBAGAI MASALAH STRATEGIS

Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan kemampuan komputer mereka, yaitu:

  • Pemakai akhir tingkat Menu (Menu-Level End Users). Sebagian pemakai akhir tidak mampu menciptakan perangkat lunak mereka sendiri tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi dengan menggunakan menu-menu berbasis Windows dan Mac.
  • Pemakai Akhir Tingkat Perintah (Command-Leve End Users). Sebagian pemakai akhir memiliki kemampuan menggunakan perangkat lunak jadi yang lebih dari sekedar memilih menu.
  • Pemakai Akhir Tingkay Perintah (End Users Programmers). Sebagian pemakai akhir dapat menggunakan bahasa-bahasa pemrograman dan mengembangkan program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka
  • Personil Pendukung Fungsional (Functional Support Personnel). Personil pendukung fungsional ini adalah spesialis informasi dalam arti sesungguhnya tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manajer unit bisnis mereka.

Ciri tingkatan kemampuan pemakai akhir adalah (1)semua tingkat memiliki kemampuan untuk mengembangkan berbagai aplikasi, dan (2)tidak seorangpun yang merupakan anggota organsisasi jasa informasi.

EUC memiliki manfaat kepada perusahaan dalam dua cara utama:

  • Menyeimbangkan kemampuan dan tantangan. Pemindahan beban kerja pengembangan sisitem ke pemakai akan meringankan kerumitan para spesialis sehingga mereka dapat bekerja lebih baik pada areanya
  • Mengurangi kesenjangan komunikasi. Dengan membiarkan pemakai mengembangkan aplikasi mereka sendiri, akan mengurangi kesenjangan komunikasi.

    EUC juga dihadapkan pada beberapa risiko sebagai berikut:

  • Sistem yang buruk sasarannya. Pemakai akhir mungkin menerapkan komputer untuk penerapan yang seharusnya dilakukan dengan cara lain
  • Sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya. Pemakai akhir cenderung mengabaikan perlunya dokumentasi rancangan agar sistem dapat dipelihara
  • Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien. Saat tidak ada pengendalian terpusat atas perolehan perangkat keras dan peangkat lunak, perusahaan dapat memiliki perangkat keras yang tidak kompatibel dan perangkat lunak yang berlebihan
  • Hilangnya integritas data. Pemakai akhir mungkin kurang berhati-hati dalam memasukkan data ke database perusahaan sehingga akan mempengaruhi output dan keputusan
  • Hilangnya keamanan. Pemakai akhir mungkin tidak melindungi data dan perangkat lunaknya
  • Hilangnya pengendalian. Pemakai mengembangkan sistem untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa menyesuaikan pada suatu rencana yang memastikan dukungan komputer bagi perusahaan

    KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA INFORMASI

    Manajemen sumber daya informasi (information resources management) atau IRM adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai. Agar perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu ada satu set kondisi tertentu. Kondisi tersebut meliputi :

  • Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi yang unggul
  • Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama
  • Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak
  • Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuant perencanaan strategis
  • Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi
  • Startegi untuk mendorong dan mengelola end-user computing