Tampilkan postingan dengan label Pengauditan Data Elektronik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengauditan Data Elektronik. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2010

Jawaban Pengauditan Pengolahan Data Elektronik

  1. Sebut dan jelaskan 3 pendekatan teknik audit berbantuan komputer!

Auditing Arround The Computer

Dalam pendekatan audit disekitar komputer, auditor dapat melangkah kepada perumusan pendapat dengan hanya menelaah struktur pengendalian dan melaksanakan pengujian transaksi dan prosedur verifikasi saldo perkiraan dengan cara yang sama seperti dalam sistem bukan PDE.

Auditing Through The Computer

Auditor menggunakan komputer untuk menguji fungsi dan pengendalian yang ada dalam komputer dan catatan yang dihasilkan oleh komputer. Besar kecilnya penggunaan (peranan) komputer dalam audit tergantung pada kompleksitas dari sistem komputer perusahaan yang diaudit. Penggunaannya dapat sederhana atau lebih rumit.

Auditing With Computer

Pada pendekatan ini audit dilakukan dengan menggunakan komputer dan software untuk mengotomatisasi prosedur pelaksana audit. Pendekatan ini dapat menggunakan beberapa Computer Assisted Audir Techniques sebagai berikut : Sistem Control Audit Reviw File (SCARF), snapshot ( pemotretan cepat).


 

  1. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang SPAP seksi 327!

SPAP Seksi 327 (PSA No. 59) mengatur tentang Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) atau Computer Assisted Audit Techniques (CAAT's)

Seksi ini adalah untuk memberikan panduan bagi auditor dalam menggunakan TABK yang melibatkan penggunaan komputer segala tipe maupun ukuran.

Secara umum, tujuan dan lingkup keseluruhan suatu audit tidak berubah bila audit dilaksanakan dalam suatu lingkungan sistem informasi komputer. Namun, penerapan prosedur audit mungkin mengharuskan auditor untuk mempertimbangkan teknik-teknik yang menggunakan komputer sebagai suatu alat audit.


 

  1. Jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan software audit PDE!

Perangkat lunak audit terdiri dari program komputer yang digunakan oleh auditor, sebagai bagian prosedur auditnya, untuk mengolah data audit yang signifikan dari sistem akuntansi perusahaan.

Sebelum menggunakan program untuk tujuan auditnya, auditor harus meyakini validitas program yang akan ia gunakan. Perangkat lunak audit dapat terdiri dari program paket, program yang dibuat dengan tujuan khusus (purpose-written program), dan program utilitas (utility programs). Penggunaan software audit juga memerlukan pertimbangan antara biaya dan manfaat.


 

  1. Sebutkan satu jenis software audit PDE yang anda kenal dan keunggulan dari software tersebut!

ACL (Audit Command Language)

Audit Command Language (ACL) merupakan audit software khusus didesain untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu menyiapkan laporan audit secara mudah dan interaktif. Biasanya audit terhadap data keuangan/operasi hanya secara sampling, namun dengan bantuan audit audit software ini keseluruhan database dapat dianalisis sehingga audit yang dilakukan bersifat komprehensif.


 

Keunggulan ACL:

Mudah dalam penggunaan.

ACL for Windows, sesuai dengan namanya, adalah perangkat lunak (software) berbasis Windows, di mana sistem operasi Windows telah dikenal bersifat mudah digunakan (user friendly). Kemudahan ini ditunjukkan dengan pengguna hanya meng-click pada gambar-gambar tertentu (icon) untuk melakukan suatu pekerjaan, dan didukung pula dengan fasilitas Wizard untuk mendefinisikan data yang akan dianalisis.

Built-in audit dan analisis data secara fungsional.

ACL for Windows didukung dengan kemampuan analisis untuk keperluan audit/pemeriksaan seperti: analisis statistik, menghitung total, stratifikasi, sortir, index, dan lain-lain. 

Kemampuan menangani ukuran file yang tidak terbatas.

ACL for Windows mampu menangani berbagai jenis file dengan ukuran file yang tidak terbatas. Kemampuan untuk membaca berbagai macam tipe data. ACL for Windows dapat membaca file yang berasal dari berbagai format antara lain: Flat sequential, dBase (DBF), Text (TXT), Delimited, Print, ODBC (Microsoft Access database, Oracle), Tape ( ½ inch 9 - track tapes, IBM 3480 cartridges, 8 mm tape dan 4 mm DAT).

Kemampuan mengekspor hasil audit

ACL mempunyai kemampuan untuk mengekspor hasil audit ke berbagai macam format data antara lain: Plain Text (TXT), dBase III (DBF), Delimit (DEL), Excel (XLS), Lotus (WKS), Word (DOC), dan WordPerfect (WP).

Pembuatan Laporan berkualitas tinggi.

ACL for Windows memiliki fasilitas lengkap untuk keperluan pembuatan laporan. ACL for Windows dapat bekerja menggunakan database relasional modern, di samping tentu saja menggunakan sistem penyimpanan data secara tradisional. Pada sistem legacy, untuk membuat dan memproses data tanpa menggunakan program, sedangkan ACL for Windows memiliki kemampuan untuk mengakses data.


 

  1. Apakah seorang auditor harus memodifikasi compliance test prosedurnya untuk memahami SPI klien jika menerapkan TABK?

Dalam melakukan audit terhadap file dan database, auditor dapat melakukan pengujian ketaatan maupun pengujian substantif dengan tujuan untuk memperoleh keyakinan bahwa sistem PDE telah memproses data akuntansi secara benar untuk mengetahui keberadaan dan efektifitas pengendalian.

Kedua jenis pengujian ini dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu dari tiga alternatif yang ada, yaitu tanpa memeriksa file data, dengan menggunakan data sebenarnya (real/live data) atau dengan menggunakan data simulasi (dummy/simulation data). 

Alternatif pertama masih memungkinkan untuk dilakukan dengan menggunakan rancangan audit sekitar komputer, akan tetapi alternatif kedua dan ketiga sudah tidak memungkinkan lagi, bahkan mungkin harus menggunakan teknik audit berbantuan komputer (TABK), baik dengan program utilitas, program yang dibuat dengan tujuan khusus atau program pemeriksaan umum.

Penggunaan TABK harus dikendalikan oleh auditor untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan audit dan spesifikasi rinci TABK telah terpenuhi, dan bahwa TABK tidak dimanipulasi secara tidak semestinya oleh staf entitas. Prosedur khusus yang diperlukan untuk mengendalikan penggunaan suatu TABK akan tergantung atas aplikasi tertentu tersebut. Oleh karena itu, perlu bagi auditor untuk melakukan modifikasi atas compliance test prosedurnya untuk memahami SPI kliennya.


 

  1. Diantara audit arround the computer, audit through the computer, dan audit with the computer, jika anda sebagai seorang auditor, manakah yang anda pilih diantara ketiganya? Jelaskan!

Audit With Computer

Pendekatan audit dengan bantuan komputer merupakan cara audit dengan bantuan komputer, yang sangat bermanfaat selama pengujian substantif atas file dan record perusahaan. Software audit yang digunakan merupakan program komputer yang digunakan oleh auditor untuk membantu pengujian dan evaluasi keandalan record dan file perusahaan.


 

  1. Ada yang berpendapat bahwa audit arround the computer bukan TABK. Berikan alasan atas pendapat ini!

Dalam pendekatan audit di sekitar komputer, auditor dapat melangkah kepada perumusan pendapat dengan hanya menelaah struktur pengendalian dan melaksanakan pengujian transaksi dan prosedur verifikasi saldo perkiraan dengan cara sama seperti pada sistem manual (bukan sistem informasi berbasis komputer). Auditor tidak perlu menguji pengendalian sistem informasi berbasis komputer klien, yaitu terhadap file program/data di komputer, melainkan cukup terhadap input serta output sistem aplikasi saja. Dari penilaian terhadap kualitas dan kesesuaian antara input dengan output sistem aplikasi ini, auditor dapat mengambil kesimpulan tentang kualitas pemrosesan data yang dilakukan klien meskipun proses/program komputernya tidak diperiksa.


 

  1. Sebutkan keunggulan dari GAS! Jelaskan!
  • program ini dikembangkan sedemikian rupa sehingga memudahkan pelatihan bagi staf
    auditor dalam menggunakan program, meskipun hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang PDE, dan tidak perlu memiliki pengetahuan dalam pemrograman.
  • dapat diterapkan pada lingkup tugas-tugas yang lebih besar tanpa harus mengeluarkan biaya atau mengalami kesulitan dalam mengembangkan program.
  • Software-software GAS tersebut kebanyakan merupakan sistem yang independen dan yang digunakan adalah file dengan jenis read-only copy (hanya dapat dibaca, tapi tidak dapat diubah) sehingga dapat mencegah kerusakan data akibat pengeditan ataupun penghapusan.
  • Memberikan dokumentasi dari setiap pengujian yang dilakukan dalam software tersebut yang dapat digunakan sebagai dokumentasi pelengkap dalam kertas kerja audit.
  • Penghematan biaya dan tenaga (efisiensi) dalam audit, terutama audit pada perusahaan besar dengan sampel audit yang sangat banyak, dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat karena kebanyakan dari software-software tersebut mempunyai kemampuan unlimited dalam membaca data sumber.
  • Memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas audit, karena software-software GAS pada umumnya mempunyai kemampuan untuk mendeteksi kecurangan (fraud) dengan cara mengadakan pengujian analitis, yaitu pengujian terhadap informasi finansial yang dibuat dengan mempelajari hubungan-hubungan yang masuk akal diantara data finansial dan non finansial untuk menaksir apakah keseimbangan rekening yang terjadi masuk akal atau tidak, seperti misalnya rasio, trend, dan pengujian Benford's law.


     

  1. Dalam hal apa TABK lebih efisien dan efektif dibandingkan audit manual?

Banyak sistem akuntansi terkomputerisasi dalam melaksanakan tugas tertentu tidak menghasilkan bukti yang dapat dilihat. Tidak adanya bukti yang dapat dilihat dapat terjadi pada berbagai tahap proses akuntansi-seperti:

  1. Dokumen masukan dapat tidak ada bila order penjualan dimasukkan ke dalam system secara on-line. Di samping itu, transaksi akuntansi, seperti perhitungan potongan harga dan bunga, dapat dipicu dengan program komputer tanpa otorisasi yang dapat dilihat untuk setiap transaksi secara individual.
  2. Sistem dapat tidak menghasilkan jejak audit (audit trail) yang dapat dilihat untuk transaksi yang diolah melalui komputer. Surat penyerahan barang dan faktur dari pemasok dapat ditandingkan dengan suatu program komputer. Disamping itu, prosedur pengendalian program, seperti pengecekan batas kredit pelanggan, dapat menyediakan bukti yang dapat dilihat hanya atas dasar penyimpangan. Dalam hal ini, tidak terdapat bukti yang dapat dilihat bahwa semua transaksi telah diolah.
  3. Laporan keluaran dapat tidak diproduksi oleh sistem. Sebagai tambahan, suatu laporan tercetak dapat hanya berisi total ringkasan sementara rincian yang mendukung laporan tersebut tetap ditahan dalam file komputer.

Dalam keadaan tersebut, tidaklah praktis bagi auditor untuk melakukan pengujian secara manual. Efektivitas dan efisiensi prosedur audit melalui penggunaan TABK dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti audit, adalah sebagai berikut:

  1. Beberapa transaksi dapat diuji lebih efektif untuk tingkat biaya yang sama dengan menggunakan komputer untuk memeriksa semua atau lebih banyak transaksi dibandingkan dengan jika dilaksanakan secara manual.
  2. Dalam penerapan prosedur analitik, transaksi atau saldo akun dapat di-review dan dicetak laporannya untuk pos-pos yang tidak biasa dengan cara yang lebih efisien dengan menggunakan komputer bila dibandingkan dengan cara manual.
  3. Penggunaan TABK dapat membuat prosedur pengujian substantif tambahan lebih efisien daripada jika auditor meletakkan kepercayaan atas pengendalian dan pengujian pengendalian yang bersangkutan.


     

  4. Jelaskan keunggulan dan kelemahan dari audit arround the computer dan audit through the computer!

Audit arround the computer

Keunggulan:

  1. Pelaksanaan audit lebih sederhana
  2. Auditor yang memiliki pengetahuan minimal di bidang komputer dapat dilatih dengan mudah untuk melaksanakan audit.

Kelemahan:

Kelemahannya adalah jika lingkungan berubah, maka kemungkinan sistem itu akan berubah dan perlu penyesuaian sistem atau program-programnya, bahkan mungkin struktur data/file, sehingga auditor tidak dapat menilai atau menelaah apakah sistem masih berjalan dengan baik.

Selain itu, kelemahan dari metode audit di sekitar komputer ini adalah:

  1. Umumnya data base mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual.
  2. Tidak membuat auditor memahami sistem computer lebih baik.
  3. Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam system.
  4. Lebih berkenaan dengan hal yang lalu dari pada audit yang preventif.
  5. Kemampuan computer sebagai fasilitas penunjang audit mubazir.

    Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit.


 

Audit through the computer

Keunggulan:

  1. auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap sistem komputer.
  2. auditor akan merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya.
  3. auditor dapat menilai kemampuan sistem komputer tersebut untuk menghadapi perubahan lingkungan.

Kelemahan:

Karena pendekatan ini demikian kompleksnya, maka kelemahan pendekatan ini yaitu memerlukan biaya yang besar dan tenaga ahli yang terampil.


 


 


 


 


 

  1. Jelaskan perbedaan antara audit through the computer dan audit with the computer!

Audit through the computer

Dalam pendekatan audit through the computer, auditor melakukan pemeriksaan langsung terhadap program-program dan file-file komputer pada audit sistem informasi berbasis komputer. Auditor menggunakan komputer (software bantu) atau dengan cek logika atau listing program (desk test on logic or program source code) untuk menguji logika program dalam rangka pengujian pengendalian yang ada dalam komputer. Selain itu auditor juga dapat meminta penjelasan dari para teknisi komputer mengenai spesifikasi sistem dan/ atau program yang diperiksanya.

Audit with computer

Pada pendekatan audit with computer, audit dilakukan dengan menggunakan komputer dan software untuk mengotomatisasi prosedur pelaksanaan audit. Pendekatan ini dapat menggunakan beberapa computer assisted audit techniques, misalnya Systems control audit reviw file (SCARF), snapshot (pemotretan cepat), dan sebagainya. Pendekatan audit dengan bantuan komputer merupakan cara audit yang sangat bermanfaat, khususnya dalam pengujian substantif atas file dan record perusahaan.


 

  1. Jelaskan perbedaan sistem manual dengan sistem PDE!

SEGI

 

SISTEM PDE

 

SISTEM MANUAL

 

1. Visibility 

  1. Dokumen tidak dapat dilihat.
  2. Proses langsung masuk komputer dan otomatis mempengaruhi laporan
  3. Secara serentak memenuhi beberapa tujuan.
  1. Dapat dilihat
  2. Dicatat dan tidak otomatis mempengaruhi laporan keuangan.
  3. Tidak secara serentak 

2. Sarana dan Fasilitas 

(a) Lebih banyak dan lebih cepat. 

(a) Sedikit dan lebih lama 

3. Personalia 

(a) Akhli bidang komputer 

(a) tidak diperlukan 

4. Pemisahan Tugas 

(a) Pengumpulan dan memroses data. 

(a) Tidak dipisahkan 


 

Visibility

Auditor tidak akan mampu melihat formulir transaksi yang diproses oleh komputer, karena setiap terjadi transaksi dapat langsung dimasukkan ke komputer dan langsung diproses dan hasilnya secara otomatis mempengaruhi laporan keuangan. Auditor tidak dapat melihat bagaimana komputer memroses transaksi, melakukan perhitungan, posting dan lain-lain, dan buktinyapun tidak dapat dilihat. Komputer dapat memroses suatu transaksi secara serentak untuk memenuhi beberapa tujuan. Misalnya : pencatatan produksi yang sudah siap, secara otomatis serentak dengan pencatatan persediaan, harga pokok per unit, laporan produksi menurut lokasi dan lain-lain, dan auditor tidak memiliki bukti tentang proses yang dilakukan komputer.

Sarana dan Fasilitas

Ssitem komputer (khususnya yang besar) memerlukan sistem ruangan, peralatan, perawatan dan fasilitas yang khusus pula. Akan tetapi relatif lebih mudah dalam pemrosesan data dan penyimpanan. Dalam sistem manual pemrosesan data lebih lama dan memerlukan tempat penyimpanan yang lebih banyak.

Personalia

Sistem komputer selain memerlukan hardware, sogtware, juga memerlukan pegawai yang mempunyai kemampuan masing-masing dibidang seperti programer, operator, system analyst data, controller dan lain-lain. Dalam sistem manual hal ini tidak diperlukan.

Pemisahan Fungsi

Dalam sistem komputer kegiatan mengumpulkan dan memproses data dipusatkan dibagian komputer. Dalam sistem manual kedua fungsi ini biasanya dipisahkan.

Jika ditinjau dari segi tujuannya, maka pengendalian akuntansi berdiri sendiri terhadap sistem pemrosesan data yang digunakan baik secara manual, mekanis, campuran, maupun komputer. Stuktur dan pengendalian akuntansi sangat dipengaruhi oleh sistem pengolahan data yang digunakan. Sistem pengolahan data yang bersifat manual berbeda dengan sistem pengolahan data yang bersifat elektronik / komputer. Oleh karena itu, maka prosedur penilaian terhadap pengendalian internnya juga akan dipengaruhi oleh keadaan ini.

Dalam penerapan sistem komputer, perusahaan dapat menerapkan sistem komputer penuh atau gabungan dari sistem manual, mekanis dan komputer baik komputer milik sendiri atau disewa dari perusahaan lain (time sharing).


 

  1. Jelaskan manfaat peran password dalam PDE terintegrasi!

Manfaat peran password dalam PDE terintegrasi adalah untuk mencegah penggunaan peralatan PDE, file data, dan program komputer tanpa autoritasi. Ada tiga katagori pengendalian yang terkait erat dengan penjagan peralatan PDE, data dan program. Ketiga katagori pengendalian tersebut, meliputi: pengendalian fisik, pengendalian akses, pengendalian backup dan pemulihan.

Fungsi password disini digunakan dalam pengendalian akses. Pengendalian akses dilakukan untuk memastikan bahwa hanya orang yang berhak dan berwewenag saja yang dapat menggunakan peralatan komputer, dan mengakses data atau program.


 

  1. Jelaskan kelebihan dan kekurangan sistem PDE dibandingkan sistem manual!

Kelebihan sistem PDE yang berkaitan dengan auditing:

  • Sistem PDE dapat memberikan konsistensi yang lebih baik dalam pemrosesan data daripada sistem manual.
  • Sistem ODE dapat memberikan laporan akuntansi yang lebih tepat waktu dan lebih efektif untuk pengawasan dan penelaahan operasi daripada sistem manual.
  • Sistem PDE dapat mencegah kesalahan perhitungan dan penulisan data transaksi yang sering terjadi pada sistem manual.
  • Pada sistem PDE ada fungsi pengendalian yang dimasukan secara built up ke dalam komputer. Misalkan adanya password. Hal ini tidak terdapat pada sistem manual.


 

Kelemahan Sistem PDE:

  • Sistem PDE menghasilakan jejak transaksi yang terbatas dibandingkan sistem manual. Jejak transaksi untuk keparluan audit hanya tersedia untuk jangka waktu yang pendek.
  • Lebih sedikit bukti dokumenter mengenai kinerja prosedur pengendalian pada sistem PDE daripada sistem manual.
  • Informasi pada sistem PDE kurang Visible atau sulit dilihat daripada sistem manual.
  • Pengurangan campur tangan manusia dalam sistem PDE dapat mengakibatkan tersembunyinya kesalahan yang sebenarnya dapat diamati dalam sistem manual.
  • Informasi dalam sistem PDE lebih rawan terhadap kerusakan fisik dibandingkan sistem manual.
  • Berbagai fungsi dapat terkonsentrasikan dalam sistem PDE sehingga mengurangi pemisahan tugas dan wewenang. Hal ini dapat berakibat sistem PDE lebih rentan dari sisi pengendalian dinbandingkan sistem manual.
  • Pengubahan sistem dalam sistem PDE lebih sulit diimplementasikan dalam dikendalikan daripada sistem manual.
  • Pada sistem PDE, lebih banyak orang yang dapat mengakses sistem daripada sistem manual.


     

  1. Apakah perlu bagi seorang auditor untuk menerapkan 3 pendekatan teknik audit PDE dalam sebuah pemeriksaan audit laporan keuangan?

Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara perusahaan dalam mengumpulkan data, memproses dan melaporkan informasi maupun laporan keuangan Oleh karena itu auditor akan banyak menemukan lingkungan dimana data tersimpan lebih banyak dalam media elektronik dibanding media kertas. Auditor harus menentukan bagaimana perusahaan menggunakan sistem teknologi informasi untuk meng-inisiasi, mencatat, memproses dan melaporkan transaksi dalam laporan keuangan.

Pengaruh terbesar penggunaan teknologi informasi sebagai perangkat yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan informasi sebagai objek data diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Perubahan bentuk informasi sebagai bukti audit dari informasi yang menggunakan kertas (visual) menjadi bentuk elektronik (non visual) yang tersimpan dalam media penyimpanan komputer.

2. Perubahan bentuk bukti audit tersebut pada gilirannya juga mempengaruhi cara memperoleh bukti audit dan cara mengevaluasi bukti audit yang telah diperoleh tersebut.

3. Volume data yang tersimpan pada sebuah perusahaan, apalagi perusahaan multinasional, misalnya telah mencapai ukuran yang sangat besar, yaitu mencapai kapasitas terra byte, bahkan mungkin penta byte.

4. Perubahan jejak audit, yakni suatu mekanisme yang memungkinkan pelacakan kronologis suatu transaksi dari awal sampai akhir ataupun sebaliknya.

5. Adanya perubahan struktur pengendalian internal perusahaan, terutama yang berkaitan dengan pengolahan data.

Seluruh bentuk pengaruh diatas menjadikan Teknik Audit Berbantuan Komputer sebagai suatu keharusan bagi Kantor Akuntan Publik, apabila ingin memberikan pelayanan terbaik pada klien-kliennya, dengan pekerjaan audit yang berkualitas, tepat waktu, serta adanya efisiensi biaya dan tenaga dalam pengerjaan audit.

Minggu, 17 Oktober 2010

Pendekatan Risiko Pengendalian Dalam Sistem Pengauditan Pengolahan Data Elektronik

MENENTUKAN RISIKO PENGENDALIAN

    Proses menentukan risiko pengendalian dalam struktur pengendalian PDE. Sama dengan struktur pengendalian sistem manual yang meliputi:

  1. Mengidentifikasikan salah saji potensial yang mungkin terjadi untuk setiap asersi.
  2. Mengidentifikasikan prosedur pengendalian yang perlu untuk mencegah dan mendeteksi salah saji tersebut.
  3. Melaksanakan pengujian pengendalian.

Ada tiga cara pengujian pengendalian dalam sistem PDE, yaitu:

  1. Auditing Arround The Computer
  2. Auditing Through The Computer
  3. Auditing With Computer


 

AUDITING ARROUND THE COMPUTER

Dalam pendekatan audit di sekitar komputer, auditor dapat melangkah kepada perumusan pendapat dengan hanya menelaah struktur pengendalian dan melaksanakan pengujian transaksi dan prosedur verifikasi saldo perkiraan dengan cara sama seperti pada sistem manual (bukan sistem informasi berbasis komputer). Auditor tidak perlu menguji pengendalian sistem informasi berbasis komputer klien (yaitu terhadap file program/data di komputer), melainkan cukup terhadap input serta output sistem aplikasi saja. Dari penilaian terhadap kualitas dan kesesuaian antara input dengan output sistem aplikasi ini, auditor dapat mengambil kesimpulan tentang kualitas pemrosesan data yang dilakukan klien (meskipun proses/program komputernya tidak diperiksa).

Oleh karena itu, auditor harus dapat mengakses ke dokumen sumber yang cukup dan daftar laporan/keluaran (output) yang terinci dalam bentuk yang dapat dibaca. Kuncinya adalah pada penelusuran transaksi terpilih mulai dari dokumen sumber sampai ke bagian perkiraan (akun) dan laporan keuangan. Untuk menerapkan metode ini, pertama auditor meninjau dan menguji pengendalian masukan (input controls), kemudian menghitung hasil yang diperkirakan (expected) dari proses transaksi yang terpilih, lalu auditor membandingkan hasil sesungguhnya seperti yang tampak dalam laporan yang dihasilkan dengan hasil yang dihitung secara manual (untuk mendapat keyakinan bahwa proses atau program komputer yang digunakan telah benar).

Disamping mungkin masalah pengetahuan auditor mengenai aspek teknis komputer atau keterbatasan lain, metode audit di sekitar komputer tersebut cocok untuk dilaksanakan pada situasi sebagai berikut:

  1. Dokumen sumber tersedia dalam bentuk kertas (bahasa non-mesin), artinya masih kasat mata dan dilihat secara visual.
  2. Dokumen-dokumen disimpan dalam file dengan cara yang mudah ditemukan.
  3. Keluaran dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor dengan mudah menelusuri setiap transaksi dari dokumen sumber kepada keluaran dan sebaliknya.
  4. Sistem komputer yang diterapkan masih sederhana.
  5. Sistem komputer yang diterapkan masih menggunakan software yang umum digunakan dan telah diakui serta digunakan secara massal.

Keluaran terdaftar secara detail yang memungkinkan auditor melacak transaksi individual dari dokumen sumber ke keluaran dan sebaliknya. Tahap-tahap dalam EDP audit dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Tahap Pertama (Awal)

    Terdiri dari telaahan dan evaluasi awal terhadap area yang akan diaudit serta penyiapan rencana audit. Pada telaahan awal ditentukan tindakan-tindakan yang akan dilakukan dalam audit dan mencakup keputusan-keputusan yang berkaitan dengan area-area tertentu yang akan diinvestigasi, penugasan bagi staf audit, teknologi audit yang akan digunakan, dan pembuatan anggaran waktu/biaya untuk audit.

  • Tahap Kedua

    Merupakan telaahan evaluasi rinci atas pengendalian. Sasaran difokuskan pada temuan-temuan dalam area yang dipilih dalam audit. Dokumentasi area aplikasi ditelaah dan data yang berkaitan dengan operasi sistem dikumpulkan melalui wawancara, kuisioner pengendalian intern, dan observasi langsung. File-file transaksi, buku-buku harian pengendalian, daftar program, dan data lain ditelaah sesuai kebutuhan untuk menentukan lingkup audit yang dicakup dalam program audit dan merancang prosedur-prosedur pengujian yang akan digunakan kemudian.

  • Tahap Ketiga (Terakhir)

    Mencakup pengujian ketaatan yang diikuti dengan analisis dan pelaporan hasil-hasil. Tahap pengujian menghasilkan bukti ketaatan terhadap prosedur-prosedur. Pengujian ketaatan dilakukan untuk memberikan jaminan memadai bahwa pengendalian intern ada dan bekerja sesuai dengan yang dinyatakan dalam dokumentasi sistem.

Keunggulan metode audit di sekitar komputer adalah:

  1. Pelaksanaan audit lebih sederhana
  2. Auditor yang memiliki pengetahuan minimal di bidang komputer dapat dilatih dengan mudah untuk melaksanakan audit.

Kelemahannya adalah jika lingkungan berubah, maka kemungkinan sistem itu akan berubah dan perlu penyesuaian sistem atau program-programnya, bahkan mungkin struktur data/file, sehingga auditor tidak dapat menilai atau menelaah apakah sistem masih berjalan dengan baik.

Selain itu, kelemahan dari metode audit di sekitar komputer ini adalah:

  1. Umumnya data base mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual.
  2. Tidak membuat auditor memahami sistem computer lebih baik.
  3. Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam system.
  4. Lebih berkenaan dengan hal yang lalu dari pada audit yang preventif.
  5. Kemampuan computer sebagai fasilitas penunjang audit mubazir.
  6. Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit.


 

AUDITING THROUGH THE COMPUTER

Auditing through the computer (audit melalui komputer) dapat didefinisikan sebagai proses verifikasi atas pengendalian dalam sebuah sistem terkomputerisasi. Pertimbangan-pertimbangan mengenai karakteristik dasar teknologi informasi (TI) dan pengendalian intern dalam sebuah lingkungan TI menghasilkan kerangka kerja seperti tampak dalam gambar berikut:


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Pengendalian umum adalah sesuatu yang relevan bagi sistem informasi itu sendiri, sebagaimana juga pada aspek pengembangan sistem TI. Pengendalian aplikasi dikaitkan dengan sistem aplikasi komputer tertentu. Audit sistem informasi yang mendalam melibatkan proses verifikasi baik pengendalian umum maupun aplikasi dalam sebuah sistem yang terkomputerisasi. Lebih umum, audit sistem informasi individual akan diarahkan pada salah satu sistem bidang, biasanya pada sebuah sistem aplikasi tertentu seperti piutang dagang.

Audit sistem informasi untuk memverifikasi kelayakan pengendalian internal adalah sesuatu yang dilakukan baik oleh auditor internal maupun auditor eksternal. Tujuan auditor eksternal biasanya diarahkan langsung pada penilaian (pengesahan) laporan keungan. Kerap kali auditor internal melakukan tujuan yang sama, di lain kesempatan, auditor internal melakukan penilaian kelayakan audit sebagai tanggapan atas keinginan manajemen puncak dan kebutuhan tertentu perusahaan. Perilaku umum dalam sebuah audit sistem informasi adalah tujuan standar profesional yang bersifat relevan dan yang berlaku sama di setiap audit. Untuk auditor eksternal, standar-standar tersebut diatur secara khusus dalam AICPA Statement od Auditing Standards. Dan auditor internal juga memiliki standar auditing profesional yang dikeluarkan oleh Institute of Auditor Internal, yang sama dengan standar AICPA. Namun demikian, standar-standar auditing dasar tidak berubah karena teknologi yang digunakan dalam sistem yang diaudit.

Dalam pendekatan audit ke sistem komputer (audit through the computer) auditor melakukan pemeriksaan langsung terhadap program-program dan file-file komputer pada audit sistem informasi berbasis komputer. Auditor menggunakan komputer (software bantu) atau dengan cek logika atau listing program (desk test on logic or program source code) untuk menguji logika program dalam rangka pengujian pengendalian yang ada dalam komputer. Selain itu auditor juga dapat meminta penjelasan dari para teknisi komputer mengenai spesifikasi sistem dan/ atau program yang diperiksanya. Dalam pengujian substantif, para auditor memeriksa file/data komputer. Apabila auditor menggunakan alat bantu program audit, besar kecilnya penggunaan (peranan) komputer dalam audit tergantung pada kompleksitas dari sistem komputer perusahaan yang diaudit. Penggunaannya dapat sederhana atau lebih rumit. Dalam pendekatan ini fokus perhatian auditor langsung pada operasi pemrosesan di dalam sistem komputer.

Pendekatan audit langsung ke sistem komputerisasi cocok dalam kondisi:

  1. Sistem aplikasi komputer memroses input yang cukup besar dan meng-hasilkan output yang cukup besar pula, sehingga memperluas audit untuk meneliti keabsahannya.
  2. Bagian penting dari struktur pengendalian intern perusahaan terdapat di dalam komputerisasi yang digunakan.
  3. Sistem logika komputer sangat kompleks dan memiliki banyak fasilitas pendukung.
  4. Adanya jurang yang besar dalam melaksanakan audit secara visual, sehingga memerlukan pertimbangan antara biaya dan manfaatnya.

Keunggulan pendekatan audit melalui komputer adalah:

  1. auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap sistem komputer.
  2. auditor akan merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya.
  3. auditor dapat menilai kemampuan sistem komputer tersebut untuk menghadapi perubahan lingkungan.

Karena pendekatan ini demikian kompleksnya, maka kelemahan pendekatan ini yaitu memerlukan biaya yang besar dan tenaga ahli yang terampil.


 

Auditing through the computer mencakup penggunaan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK). SPAP seksi 327. Par 2 menyebutkan beberapa manfaat TABK seperti berikut:

  1. Tidak adanya dokumen sumber atau tidak adanya jejak audit, dapat mengharuskan auditor menggunakan TABK. TABK digunakan untuk melaksanakan pengujian substantif dan pengujian pengendalian.
  2. TABK dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi prosedur audit.

Penggunaan TABK untuk pengujian pengendalian sangat dianjurkan terutama apabila ada kondisi:

  1. Pengendalian intern yang signifikan built up pada program komputer.
  2. Tidak ada jejak transaksi yang memadai.
  3. Pengujian mencakup atas dasar yang sangat besar.


 

Ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan auditor untuk melaksanakan prosedur audit dengan komputer. Ketiga pendekatan tersebut meliputi:

Test data approach

Tujuan pendekatan pengujian data adalah untuk menentukan apakah program komputer klien dapat menangani transaksi secara cepat. Pengujian ini meliputi juga pengujian kemampuan program komputer untuk menolak penerimaan dan pengolahan transaksi yang tidak valid. Program komputer klien seharusnya dapat beraksi secara tepat atas jenis data yang berbeda, yaitu data valid dan yang tidak valid.

Pada pendekatan ini pertama kali auditor mempersiapkan data rekaan auditor sebagai penguji. Seiiring dengan itu, auditor perlu mempersiapkan program klien. Kemudiaan data rekaan dimasukkan dalam program klien. Auditor menggunakan komputer klien maupun komputer auditor untuk mengolah data rekaan dengan program klien. Setelah itu, auditor akan memperoleh hasil output komputer. Hasil output komputer ini kemudian dibandingkan dengan output yang diharapkan auditor.

Pendekatan ini relatif sedehana, cepat, dan murah. Data rekaan auditor dapat dipakai berkali-kali pada audit atas klien yang berbeda. Meskipun demikian, pendekatan ini juga mempunyai beberapa kelemahan. Pengujian program pada umumnya hanya dilaksanakan pada satu titik waktu, tidak pada keseluruhan periode yang diaudit.


 

Integrated test facility approach

Pada metode ini, auditor perlu membuat suatu model perusahaan. Model merupakan abstraksi dari dunia nyata. Jadi auditor menciptakan suatu sub sistem kecil, seperti tiruan perusahaan yang mini atau divisi, dalam sistem PDE klien. Auditor kemudian memasukkan data transaksi penguji pada sistem bersama-sama dengan data aktual. Data penguji dan data aktual klien diproses bersama-sama oleh sistem klien.

Data penguji harus mencakup jenis data yang salah atau tidak valid, dan data yang valid. Kemudian, output yang dihasilkan komputer dibandingkan dengan hasil yang diharapkan auditor. Setelah tahap pembandingan tersebut selesai, auditor kemudian menghapus seluruh data transaksi penguji.

Metode ini mempunyai kelemahan yang sangat signifikan. Data aktual klien dapat rusak. Kerusakan dapat disebabkan oleh dua hal. Pertama, data aktual klien terhapus bersama-sama dengan data transaksi penguji pada saat penghapusan data penguji. Kedua, ada data penguji yang tidak terhapus oleh auditor, misalnya karena kelalaian auditor.


 

Parallel simulation approach

Tujuan pendekatan pengujian data adalah untuk menguji akurasi atau ketepatan output yang dihasilkan sistem klien. Pada pendekatan ini, pertama kali auditor meminta data aktual klien pada klien. Auditor kemudian memasukkan data aktual klien sebagai input pada software program milik auditor. Auditor menggunakan komputer miliknya untuk mengolah data aktual klien dengan program milik auditor. Setelah itu, auditor akan memperoleh hasil output komputer. Hasil output komputer kemudian dibandingkan dengan output aktual klien.

Pendekatan ini dapat dilaksanakan pada beberapa waktu yang berbeda selama periode tahun yang diaudit. Pendekatan ini dapat digunakan untuk memproses kembali data historis klien. Data historis sebelum tahun yang diaudit, dapat diolah dan diuji hasilnya.

Kelebihan pendekatan ini terletak pada pelaksanaan pengujian yang tidak mengganggu operasi sistem PDE klien. Auditor tidak perlu menggunakan program klien. Auditor cukup meminta copy file data klien pada klien.

Kelebihan lainnya adalah terjaganya independensi auditor dalam menjalankan pengujian. Keasingan auditor terhadap program klien dan ketidakmampuan auditor menjalankan program klien, bukan merupakan suatu masalah pada pendekatan ini. Hal ini disebabkan oleh penggunaan program auditor sendiri untuk melaksanakan pengujian.

Auditor menggunakan data aktual klien pada pendekatan ini. Oleh karena itu, auditor dapat melakukan verifikasi transaksi dengan mengusutnya (tracing) ke dokumen sumber.


 

AUDIT WITH THE COMPUTER

Merupakan perkembangan terakhir dalam sistem PDE. Pada tahap ini auditor sudah menggunakan komputer dalam berbagai aspek pekerjaan audit, misalnya untuk meneliti mengkaji data, mengakses file, memanggil records, mengekstraksi sampel statistik dan melakukan pengujian penghitungan.

Dalam audit dengan komputer (audit with the computer) atau audit berbantuan komputer (computer assisted audit) terdapat beberapa cara yang dapat digunakan oleh auditor dalam melaksanakan prosedur audit:

  1. Memproses/melakukan pengujian dengan sistem komputer klien itu sendiri sebagai bagian dari pengujian pengendalian/substantif.
  2. Menggunakan komputer untuk melaksanakan tugas audit yang terpisah dari catatan klien, yaitu mengambil copy data/file dan/atau program milik klien untuk dites dengan komputer lain (di kantor auditor).
  3. Menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam audit, menyangkut:
    1. Dalam pengujian program dan/atau file/data yang dipergunakan dan dimiliki oleh perusahaan (sebagai software bantu audit).
    2. Menggunakan komputer untuk dukungan kegiatan audit, misalnya untuk administrasi dan surat-menyurat, pembuatan tabel/jadwal, untuk sampling, dan berbagai kegiatan office automation lainnya.

Pada pendekatan ini audit dilakukan dengan menggunakan komputer dan software untuk mengotomatisasi prosedur pelaksanaan audit.

Pendekatan ini dapat menggunakan beberapa computer assisted audit techniques, misalnya Systems control audit reviw file (SCARF), snapshot (pemotretan cepat), dan sebagainya. Pendekatan audit dengan bantuan komputer merupakan cara audit yang sangat bermanfaat, khususnya dalam pengujian substantif atas file dan record perusahaan. Software audit yang digunakan merupakan program komputer yang digunakan oleh auditor untuk membantu pengujian dan evaluasi keandalan record/data/file perusahaan.

Software audit yang digunakan dapat digolongkan menjadi dalam: (1) perangkat lunak audit khusus (SAS, specialized audit software), dan (2) perangkat lunak audit yang berlaku umum (GAS, generalized audit software) Perangkat lunak terspesialisasi (specilized audit software) merupakan satu atau lebih program khusus yang dirancang oleh auditor agar sesuai dengan situasi audit tertentu.

Software audit ini jarang digunakan karena penyiapannya memerlukan waktu, mahal, dan memerlukan keahlian auditor di bidang komputer. Cara penanggulangannya dapat dengan menggunakan program yang relevan dengan tujuan audit yang saat itu digunakan oleh perusahaan. Sedangkan perangkat lunak audit yang digeneralisasi terdiri dari seperangkat program komputer yang secara bersama melaksanakan bermacam fungsi pemrosesan data atau manipulasi data sebagai alat bantu audit. GAS lazimnya dibuat software house sebagai suatu package software yang dijual dan dapat digunakan oleh berbagai kantor akuntan untuk melaksanakan tugas audit dan dapat digunakan pada berbagai perusahaan.


 

Program-program audit digeneralisasi mempunyai dua manfaat penting:

  1. program ini dikembangkan sedemikian rupa sehingga memudahkan pelatihan bagi staf auditor (user friendly) dalam menggunakan program. Dalam hal ini auditor hanya perlu memiliki sedikit pengetahuan tentang komputer atau sistem informasi berbasis komputer, tidak perlu memiliki pengetahuan dalam pemrograman.
  2. dapat diterapkan pada berbagai perusahaan, dalam lingkup tugas-tugas yang lebih besar atau kecil tanpa harus mengeluarkan biaya atau mengalami kesulitan dalam mengembangkan program.

Kelemahan utama sistem audit berbasis komputer yang digeneralisasi adalah upaya dan biaya pengembangannya tentu relatif besar dan mungkin memerlukan keahlian teknis yang memadai, karena antara lain software tersebut harus dirancang untuk dapat digunakan secara luwes untuk berbagai perusahaan dan berbagai tipe testing. Oleh karena itu pembuat software ini lazimnya software house. Selain itu karena software ini bersifat generalized maka tentu tidak akan dapat memenuhi kebutuhan spesifik tiap auditor secara individu, karena bagaimanapun produk tersebut adalah bersifat paket.

Audit dengan bantuan komputer untuk kegiatan dukungan paling sering digunakan meskipun sistem klien tidak berbasis komputer. Selain untuk kegiatan administratif, sampling, penjadwalan, penyusunan program audit dan kuesioner serta pencatatan-pencatatan dan pelaporan hasil audit, komputer biasanya juga digunakan oleh auditor atau pegawai perusahaan klien untuk melakukan analisis atau pengikhtisaran, pembuatan grafik dan tabel-tabel tentang hasil audit (misalnya dengan Microsoft Excel).

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan misalnya data neraca saldo klien di input ke dalam sistem komputer, lalu auditor menggunakan data tersebut untuk menghitung atau melakukan prosedur analisis. Komputer juga dapat dipergunakan untuk:

  1. penyusunan neraca saldo dan skedul utama, yaitu misalnya pada saat audit dilakukan, perkiraan-perkiraan neraca saldo dapat secara otomatis dijumlah atau digabungkan untuk menyusun naskah laporan keuangan.
  2. penyusunan kertas kerja. Misalnya untuk merekam pembuktian saldo kas bank, konfirmasi, pengkhtisaran piutang, ikhtisar aktiva tetap dan penyusutan.
  3. prosedur analitis.
  4. mempermudah pembandingan jumlah-jumlah ratio dan analisis lain.
  5. penyusunan program audit. Misalnya dengan mengetik program audit dengan fasilitas pengolah kata.
  6. memahami struktur pengendalian intern. Dapat dilakukan dengan pengolah kata (secara narataif), dengan membuat daftar pertanyaan, atau dengan membuat bagan arus.
  7. sampling audit. Menggunakan perangkat lunak khusus untuk merancang, memilih dan mengevaluasi sampel audit dengan berbagai teknik statistikdan non statistik atau dengan tabel kerja elektronik.
  8. pengaturan penugasan dan perencanaan waktu. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan fasilitas pengolah kata atau tabel kerja elektronik.
  9. penyusunan perangkat lunak audit. Komputer digunakan untuk mempermudah pengembangan spesifik GAS. Sering kali tugas-tugas spesifik yang dilakukan auditor dengan komputer bergantung pada jenis perangkat lunak yang tersedia. Jenis-jenis perangkat lunak seperti perangkat lunak multi-guna komersial, contohnya program tabel lembaran kerja (spread-sheet), dan pengolah kata (word processor).

Spread-sheet dapat menyajikan dan memanipulasi data dalam bentuk matrik dengan kolom-kolom dan baris-baris yang mirip denganneraca lajur, Termasuk dalam jenis tabel kerja elektronik ini ialah Excel, Lotus 1-2-3, Visi-Calc, Supercalc, dan Multiplan. Sedangkan untuk word processor misalnya Microsoft Word, WordStar, Perfect Writer, Word Perfect. Selain untuk pengolah lembaran kerja dan pengolah kata, komputer juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan tempale. Template ialah merupakan format-format yang dirancang terlebih dahulu dalam bentuk yang standar, untuk tujuan kertas kerja dan surat-surat, yang disimpan dalam perangkat lunak elektronik atau pengolah data. Auditor juga dapat membuat software audit yang lebih khusus bagi kepentingannya. Perangkat lunak kegunaan khusus tersebut merupakan perangkat lunak yang dikembangkan sendiri oleh auditor untuk kepentingan intern.

DAFTAR PUSTAKA


 

Halim, Abdul. 2003. Auditing 1, Dasar-Dasar Audit Laporan Keuangan. Yogyakarta: Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.


 

H. Bordnar, George dan William S.Hopwood. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: Andi


 

http://www.digilib.petra.ac.id/.../jiunkpe-ns-s1-2001-32495071-55-audit-chapter2.pdf


 

http://www.ejournal.unud.ac.id/abstrak/naniek%20noviari(1).pdf


 

http://www.repository.gunadarma.ac.id:8000/71/1/BUDIASIH_117-130.pdf

TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER DAN SOFTWARE AUDIT

Perangkat Lunak Audit

Perangkat lunak audit terdiri dari program komputer yang digunakan oleh auditor, sebagai bagian prosedur auditnya, untuk mengolah data audit yang signifikan dari sistem akuntansi perusahaan.

Sebelum meggunakan program untuk tujuan auditnya, auditor harus meyakini validitas program yang akan ia gunakan. Perangkat lunak audit dapat terdiri dari program paket, program yang dibuat dengan tujuan khusus (purpose-written program), dan program utilitas (utility programs).

  1. Program Paket ( Package Programs)

    Program Paket (Package Programs ) adalah program komputer yang dirancang untuk melaksanakan fungsi pengolahan data yang mencakup pembacaan file komputer, pemilihan informasi, pelaksanaan perhitungan, pembuatan file data, dan pencetakan laporan dalam suatu format yang telah ditentukan oleh auditor.

  2. Program Khusus

    Program yang dibuat dengan tujuan khusus (purpose-written programs) adalah program komputer yang dirancang untuk melaksanakan tugas audit dalam keadaan khusus. Program ini dapat disiapkan oleh auditor, oleh klien, atau program luar yang ditugasi oleh auditor.

  3. Program Utilitas (Utility Programs)

    Software sistem yang digunakan dalam mengumpulkan bukti disebut utility programs. Sebagian besar software untuk audit didesain khusus yang dapat digunakan dalam komputer IBM (Competible with IBM). Program utilitas (utility programs) adalah program yang digunakan oleh perusahaan untuk melaksanakan fungsi pengolahan umum, seperti : penyortiran, pembuatan, dan pencetakan file. Program ini pada umumnya dirancang untuk tujuan audit, oleh karena itu mungkin tidak memiliki kemampuan seperti penghitungan record secara otomatis (automatic record count) atau total kontrol (control totals). Utiliti program dapat membantu dalam hal : penyortiran data, merge file, mengkopi file (copy files), menghapus file (delete files), dump files, mengkonversi file , restructure file dan lain-lain.

    Generalized audit software jarang digunakan oleh auditor. Alasan yang menyebabkan orang tidak menggunakan generalized audit software tetapi utiliti software adalah :

  • Sulit dan mahalnya generalized software.
  • Keterbatasan generalized software, dan dalam hal-hal tertentu utiliti program lebih bermanfaat dan lebih luas jangkauannya.
  • Perhitungan efisiensi utiliti program lebih efisien.
  • Membantu membuat "Audit tool" yang baru.

Contoh bagaimana utiliti program dapat membantu generalized audit software adalah :

  • Jika software auditor umum dimaksudkan untuk membandingkan data dari 2 file, maka file tersebut harus disortir dalam urutan yang sama.
  • Software audit umum ini hanya dapat membaca sejumlah tertentu file secara serentak. Data dibeberapa file dapat digabungkan (merge).
  • Software audit mungkin tidak dapat melampaui struktur data network. Tetapi utiliti program dapat digunakan untuk meratakan network ke dalam file yang berurutan.
  • Beberapa catatan dalam file dapat dikumpulkan sehingga auditor dapat mencek format catatan ini sebelum aplikasi software dipakai.
  • Setelah software audit dipakai maka file yang digunakan dalam audit dapat dihapus.

Dalam memilih dan menentukan Utility Software yang akan digunakan, maka berikut ini ada 5 katagori yang umum :

  1. Program untuk membantu memahami sistem aplikasi.
  2. Program untuk mengumpulkan bukti tentang kualitas data
  3. Program untuk mengumpulkan bukti tentang program lain
  4. Program untuk mengembangkan dan menerapkan software audit khusus.
  5. Program untuk mengumpulkan bukti tentang efisiensi dan produktivitas sistem.

Dalam hal-hal tertentu, apabila utiliti software tidak mampu memberikan kepuasan kepada auditor, maka dapat dibuat specialized audit software. Software audit yang khusus adalah software yang didesain untuk melaksanakan tugas-tugas audit khusus. Specialized software biasanya dipilih dengan alasan-alasan sebagai berikut :

  1. Tidak tersedianya software alternatif yang lain.
  2. Keterbatasan software alternatif yang ada.
  3. Pertimbangan efisiensi.
  4. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap sistem tersebut.
  5. Kemungkinan untuk mempermudah persiapan.
  6. Meningkatkan tingkat independensi auditor.


 

Data Uji (Test Data)

Teknik data uji digunakan dalam pelaksanaan prosedur audit dengan cara memasukan data (misalnya suatu contoh transaksi) ke dalam sistem komputer klien, dan membandingkan hasil yang diperoleh dengan hasil yang telah ditentukan sebelumnya.

Contoh penggunaan teknik data uji :

  • Data uji digunakan untuk menguji pengendalian khusus dalam program komputer, seperti on -line password dan pengendalian akses data.
  • Transaksi uji yang dipilih dari transaksi yang telah diproses atau telah dibuat sebelumnya auditor untuk menguji karakteristik pengolahan tertentu yang dilakukan klien dengan sistem komputernya. Jika data uji diolah dengan pengolahan normal perusahaan, auditor harus mendapatkan keyakinan bahwa transaksi uji kemudian dihapus dari catatan akuntansi perusahaan.
  • Transaksi uji yang digunakan dalam suatu pengujian terpadu dengan cara menciptakan DUMMY UNIT (unit tiruan) seperti departemena atau karyawan untuk mem-posting transaksi uji ke dalam DUMMY UNIT tersebut dalam siklus pengolahan normal perusahaan.


 

Aktivitas yang dapat dilakukan komputer dalam pelaksanaan audit adalah :

  1. Audit Sampling. Dalam audit sampling ini komputer dapat berperan dalam menghitung parameter sample, memilih sample, dan menilai hasil sample.
  2. Simulasi. Komputer digunakan dalam menilai software yang dimiliki oleh klien. Auditor dapat membuat rekapitulasi "specification sheet" yang menggambarkan bagaimana proses kerja sistem klien, sehingga auditor dapat bekerja dengan sistem komputer tersebut.
  3. Pengumpulan data yang akan diuji. Pengumpulan data dilakukan dengan catatan "tagged" yang digunakan bersama dengan Integrated Test Facility (ITF).
  4. Penelaahan analitis (analitical review).


     


 

Software Audit :

Beberapa program komputer, yang disebut Computer Audit Software (CAS) atau Generalized Audit Software (GAS), telah dibuat secara khusus untuk auditor. Generalized Audit Software (GAS) terdiri dari serangkaian rutinitas program komputer yang dapat membaca file komputer, pilih informasi yang diinginkan, melakukan perhitungan berulang-ulang, dan mencetak laporan dalam format Auditor yang ditentukan.

  • Fungsi Generalized Audit Software (GAS) :
  1. Menarik atau memanggil data dari struktur file , media file , tata letak record perusahaan yang sedang di audit. Data ditarik, di edit dan transfer ke file audit.
  2. Menghitung dengan data. Dengan melaksanakan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Misalnya verifikasi kebenaran foot-ing dalam buku harian dan perkalian pada faktor penjualan.
  3. Melaksanakan pembandingan dengan data. Dengan menggunakan operator logis. Misalnya pembandingan batas kredit pelanggan dibandingkan dengan saldo perkiraan pelanggan, dimana setiap saldo perkiraan yang melebihi batas kredit dicatat untuk ditindaklanjuti.
  4. Mengikhtisarkan data. Untuk menyediakan dasar pembandingan. Misalnya daftar gaji terinci bisa dikhtisarkan untuk dibandingkan dengan laporan gaji.
  5. Menganalisis data untuk menyediakan dasar guna mengkaji kecenderungan atau menilai. Misalnya, piutang usaha individual umumnya dapat diurut sebagai dasar penilaian kemungkinan penagihannya.
  6. Menyusun kembali data dengan operasi-operasi penyortiran dan penggabungan. Misalnya, total kuantitas penjualan berbagai produk yang dijual oleh perusahaan dapat disortir menurut urutan untuk memudahkan analisis.
  7. Mendapatkan data statistik dari suatu deretan data. Misalnya, jumlah mean dan median penjualan bulan lalu dapat dihitung untuk membantu analisis.
  8. Mencetak keluaran (output). Seperti laporan, analisis dan formulir. Misalnya, formulir dan amplop permintaan konfirmasi.
  • Prosedur untuk setiap aplikasi GAS :

    Prosedur penggunakan paket GAS dimulai dari penetapan tujuan merencanakan tujuan audit dan program kerja untuk aplikasi tertentu. Kemudian auditor memasukkan rincian mengenai aplikasi pada formulir spesifikasi yang dicetak sebelumnya. Spesifikasi ini dibutuhkan untuk memberitahu sistem komputer tentang ciri khas file tempat data aplikasi itu disimpan, berbagai fungsi dan langkah pemrosesan yang harus dilaksanakan oleh software dan isi serta format keluarannya. Kemudian auditor mendapatkan file induk dan file transaksi perusahaan untuk aplikasi itu dan memeriksa keotentikannya. Pemeriksaan ini umumnya terdiri dari pengumpulan total pengendali field data kunci dan merekonsiliasikan total ini agar sesuai dengan total pada perkiraan buku besar. Pada waktu yang disepakati bersama, auditor menyerahkan spesifikasi tersebut untuk diproses oleh sistem komputer klien. Spesifikasi ini dapat diproses melalui formulir yang dapat discan secara otomatis atau media magnetik lainnya. Auditor juga dapat menggunakan paket GAS yang disimpan pada pita magnetik, disk magnetik. Auditor mengamati dengan ketat pemrosesan semua operasi komputer. Jika pemeriksaan telah selesai auditor segera mengambil alih semua output dan juga paket GAS serta spesifikasinya.

ACL merupakan salah satu jenis audit software yang termasuk dalam kategori Generalized Audit Software (GAS). ACL hanya dapat digunakan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti yang dihasilkan dari pemrosesan transaksi perusahaan sehingga ACL lebih cenderung digunakan untuk menilai post transactions daripada current transactions. Dengan ACL, auditor akan menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam pelaksanaan audit di lapangan. Volume data yang akan dianalisis menjadi lebih besar dan hasil pengolahan data relatif lebih akurat.


 

Tahap-tahap Audit PDE

Audit PDE dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap. Tahap-tahap audit PDE menurut Ron Weber (1982) terdiri dari 5 tahap sebagai berikut :

  1. Tahap pemeriksaan pendahuluan

    Dalam tahap ini auditor melakukan audit terhadap susunan , struktur, prosedur, dan cara kerja komputer yang digunakan perusahaan. Dalam tahap ini auditor dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau mengundurkan diri menolak melakukan / meneruskan auditnya. Atau jika audit sudah terlanjur dilaksanakan, maka auditor dapat membalikan pendapat kualifikasi.


     

  2. Tahap pemeriksaan rinci.

    Tahap audit secara rinci dapat dilakukan jika auditor memutuskan melanjutkan auditnya. Dalam tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat dipercaya atau tidak. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya.

  3. Tahap pengujian kesesuaian.

    Tujuan pengujian kesesuaian adalah untuk mengetahui apakah struktur pengendalian intern yang digariskan diterapkan sebagaimana mestinya atau tidak. Dalam tahap ini auditor dapat menggunakan ' COMPUTER ASSITED EVIDANCE COLLECTION TECHNIQUES' (CAECTs) untuk menilai keberadaan dan kepercayaan auditor terhadap struktur pengendalian intern tersebut.

  4. Tahap pengujian kebenaran bukti.

    Tujuan pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten, sehingga auditor dapat memutuskan apakah resiko yang material dapat terjadi atau tidak selama pemrosesan data di komputer. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah (Davis at.all. 1981) pengujian untuk :

    1. Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data
    2. Menilai kualitas data
    3. Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data
    4. Membandingkan data dengan perhitungan fisik
    5. Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan.
  5. Tahap penilaian secara umum atas hasil pengujian.

    Pada tahap ini auditor diharapkan telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang diperoleh dapat atau tidak mendukung informasi yang diaudit. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatanya dalam laporan auditan.

Dalam melakukan review dan evaluasi pendahuluan terhadap pengendalian intern, auditor harus mendapatkan pengetahuan tentang sistem akuntansi untuk memperoleh pemahaman atas lingkungan pengendalian secara menyeluruh dan aliran transaksi.

Auditor berkewajiban untuk menilai sistem akuntansi perusahaan dan memahami situasi pengendalian dan arus transaksi yang diterapkan. Misalnya, mencakup sistem dan struktur PDE, manajemen, sumber daya manusia, dan sifat-sifat transaksi yang diproses perusahaan.

Dalam audit PDE , auditor harus melakukan kegiatan dokumentasi , penilaian , dan pengujian terhadap struktur pengendalian intern perushaaan. Auditor harus mengintegrasikan hasil proses dalam pendekatan audit yang diterapkan. Audit meliputi struktur pengendalian intern yang diterapkan perusahaan, yang mencakup : 1) pengendalian umum PDE, 2) pengendalian aplikasi PDE, yang terdiri dari : a) pengendalian secara manual, b) pengendalian terhadap output komputer, dan c) pengendalian yang sudah diprogram.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

DAFTAR PUSTAKA


 


 

Ikatan Akuntan Indonesia, Standard Profesional Akuntan Publik, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta, 1994.


 

Kell, Walter G. and William C. Boyton, Modern Auditing, 5TH ed., John Wiley & Sons, Inc., 1992.


 

Watne, Donald A., and Peter B.B. Turney, Auditing EDP System, 2nd ed., Prentice Hall, 1990.


 

Weber, Ron, EDP Auditing : Conceptual Foundation and Practice, 2 nd ed., Mc. Graw-Hill, Inc., 1988.


 

http://www.auditmypc.com/software_audit.asp


 

http://www.auditsoftware.net/

STANDAR DAN METODE AUDITING PADA SISTEM PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK (PDE)

  1. PENERAPAN STANDAR AUDITING PADA SISTEM PDE

A.1.    Pengertian Standar Auditing

    Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas 10 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Kepatuhan terhadap Pernyataan Standar Auditing yang dikeluarkan IAI bersifat wajib (mandatory) bagi anggota Ikatan Akuntan Indonesia yang berpraktik sebagai akuntan publik. Sepuluh standar auditing terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu: standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan.


 

Standar Audit yang Berterima Umum 

  

  

 

  

Standar Umum 

Standar Kegiatan Lapangan 

Standar Pelaporan 

1. Auditor harus memiliki pelatihan dan penguasaan teknis yang memadai.

1. Kegiatan audit harus cukup terencana 

1. Auditor harus menyebutkan dalam laporannya apakah laporan keuangan dibuat sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum atau tidak. 

  

  

  

2. Auditor harus memiliki Independensi dalam sikap mentalnya.

2. Auditor harus mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai struktur pengendalian internal. 

2. Laporan tersebut harus menjelaskan berbagai kondisi dimana prinsip akuntansi yang berterima umum tidak diterapkan. 

  

  

  

  

  

  

3. Auditor harus melakukan kehati-hatian profesional dalam melaksanakan audit dan membuat laporan. 

3. Auditor harus mendapat bukti yang cukup dan kompeten 

3. laporan tersebut harus mengidentifikasi berbagai hal yang tidak memiliki pengungkapan informasi yang memadai.

  

  

  

  

  

  

  

  

4. Laporan tersebut harus berisi pernyataan pendapat auditor atas laporan keuangan secara umum. 

  

  

  

  

  

  

  

  

  


 


 


 


 

A.2.    Penerapan Standar Auditing

    Standar auditing berlaku sama pada setiap audit yang dilakukan oleh akuntan public, tanpa memandang besar kecilnya perusahaan klien, bentuk organisasi bisnis, jenis industri, ataupun perusahaan bertujuan mencari laba atau tidak. Konsep materialitas dan risiko berpengaruh terhadap penerapan seluruh standar, terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Materialitas terkait dengan relatif pentingnya suatu hal atau suatu pos. Risiko berkaitan dengan kemungkinan suatu pos atau suatu hal disajikan secara tidak benar.

    Sebuah kerangka kerja logis untuk melakukan audit dalam lingkungan TI sangat penting untuk membantu auditor mengidentifikasi semua proses serta arsip data yang penting. Karena kurangnya prosedur fisik yang dapat secara visual diverifikasi dan dievaluasi, menambah tingginya kerumitan dalam audit TI (contohnya, jejak audit yang mungkin murni secara elektronik, berbentuk digital, sehingga tidak dapat dilihat oleh mereka yang mencoba memverifikasinya).


 

A.3.    Hubungan Antara Standar Auditing Dengan Prosedur Auditing

    Prosedur menyangkut langkah yang harus dilaksanakan selama audit berlangsung, sedangkan standar berkaitan dengan kriteria atau ukuran mutu pelaksanaan serta dikaitkan dengan tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan prosedur yang bersangkutan. Standar auditing mencakup mutu professional (professional qualities) akuntan public dan pertimbangan (judgement) yang digunakan dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporan keuangan.


 

  1. PENGHIMPUNAN PEMAHAMAN SPI

B.1.    Pernyataan Standar Audit No.78

    Pengendalian internal, seperti didefinisikan dalam SAS 78, terdiri atas lima komponen, yaitu:

  • Lingkungan Pengendalian

        Lingkungan pengendalian menetapkan arah perusahaan dan pengaruh kesadaran pihak manajemen dan para karyawannya akan pengendalian.


 

  • Penilaian Risiko

        Para auditor harus mendapatkan pengetahuan yang cukup atas prosedur penilaian risiko perusahaan untuk memahami bagaimana cara pihak manajemen mengidentifikasi, membuat prioritas, serta mengelola berbagai risiko yang berkaitan dengan pelaporan keuangan.


     

  • Informasi dan Komunikasi

    Auditor harus mendapatkan cukup pengetahuan mengenai sistem informasi perusahaan untuk memahami berbagai aspek berikut ini:

    • Penggolongan transaksi yang material bagi laporan keuangan dan bagaimana transaksi-transaksi tersebut dilakukan.
    • Berbagai catatan akuntansi beserta akunnya yang digunakan dalam pemrosesan transaksi yang material.
    • Langkah-langkah pemrosesan transaksi yang dilibatkan dari awal suatu peristiwa ekonomi hingga perhitungan masuknya ke dalam laporan keuangan.
    • Proses pelaporan keuangan yang digunakan untuk membuat laporan keuangan, pengungkapan, dan berbagai prediksi akuntansi.


     

  • Pengawasan

    Pemonitoran aktivitas entitas terkait dalam berbagai prosedur yang terpisah dapat dilakukan dengan mengumpulkan bukti atas kecukupan pengendalian dengan menguji berbagai pengendalian, kemudian mengkomunikasikan kekuatan serta kelemahan pengendalian ke pihak manajemen. Dalam lingkungan TI, proses ini melibatkan pengumpulan bukti yang berkaitan dengan keandalan pengendalian komputer serta isi basis data yang telah diproses oleh program-program computer.


 

  • Aktivitas Pengendalian

    Aktivitas pengendalian (control activity) adalah berbagai kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk memastikan bahwa tindakan yang tepat telah dilakukan untuk menangani berbagai risiko yang telah diidentifikasi perusahaan. Aktivitas pengendalian dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori: pengendalian computer dan pengendalian fisik. Pengendalian komputer secara khusus berkaitan dengan lingkungan TI dan audit TI, digolongkan dalam dua kelompok umum: pengendalian umum (general control) dan pengendalian aplikasi (application control).

    Pengendalian umum berkaitan dengan perhatian tingkat keseluruhan perusahaan, seperti pengendalian terhadap pusat data, basis data perusahaan, akses sistem, pengembangan sistem, dan pemeliharaan program. Pengendalian aplikasi memastikan integritas sistem tertentu seperti pemrosesan pesanan penjualan, utang usaha, dan aplikasi penggajian.

    Pengendalian fisik terutama berhubungan dengan sistem akuntansi tradisonal yang menggunakan prosedur manual. Diskusi ini membahas berbagai isu yang berkaitan dengan enam kategori tradisional aktivitas pengendalian:

Otorisasi Transaksi

    Dalam suatu lingkungan TI, otorisasi dapat terdiri atas aturan berkode yang melekat dalam program komputer. Contohnya, modul program dalam sistem pembelian yang akan menentukan kapan, seberapa banyak, dan dari mana pemasok untuk persediaan akan dipesan. Otorisasi dapat bersifat umum dan khusus. Otorisasi umum diberikan pada personel operasional untuk melakukan operasi rutin. Sebaliknya otorisasi khusus berkaitan dengan keputusan kasus per kasus yang berhubungan dengan transaksi non-rutin, biasanya merupakan tanggung jawab pihak manajemen.

    Dalam suatu lingkungan TI, tanggung jawab untuk mewujudkan tujuan pengendalian otorisasi transaksi terletak langsung pada akurasi dan konsistensi (integritas) program komputer yang melakukan berbagai pekerjaan ini.


 

Pemisahan Tugas

    Pemisahan tugas karyawan untuk meminimalkan fungsi-fungsi yang tidak sesuai. Dalam lingkungan TI, pemisahan tugas tidak sama dengan yang terdapat dalam lingkungan manual. Program komputer biasanya melakukan berbagai pekerjaan yang dianggap tidak kompatibel dalam sistem manual. Alasan mengapa beberapa tugas yang dipisahkan dalam sistem manual tidak perlu dipisahkan dalam lingkungan TI, yaitu: pemisahan itu tidak akan efisien, berlawanan dengan tujuan otomatisasi, dan secara operasional tidak berguna untuk memisahkan pekerjaan yang tidak kompatibel ke beberapa program yang berbeda hanya untuk meniru prosedur manual yang tradisional.

    Alasan pemisahan tugas dalam lingkungan yang manual adalah untuk mengendalikan beberapa aspek negatif perilaku manusia. Komputer tidak melakukan kesalahan dan tidak melakukan penipuan. Kebanyakan dari hal yang disebut sebagai kesalahan komputer sebenarnya adalah kesalahan pemrograman, yang pada kenyataannya merupakan kesalahan manusia. Karena komputer memiliki integritas yang tidak dapat diragukan, tidak ada komputer yang pernah melakukan penipuan kecuali jika diprogram demikian oleh seseorang. Perhatian auditor TI harus diarahkan pada berbagai aktivitas yang mengancam integritas aplikasi, seperti ketika program telah berfungsi baik dalam implementasi sistem, integritasnya harus dipertahankan sepanjang siklus hidup program tersebut.


 

Supervisi

    Supervisi sering kali disebut sebagai pengendalian penyeimbangan (compensating control). Supervisi tersebut dapat berbentuk supervisi fisik, laporan, atau cara lainnya. Asumsi yang mendasari pengendalian supervisi adalah perusahaan mempekerjakan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya. Perusahaan karenanya dapat membentuk perluasan pengendalian manajerial dimana seorang manajer mengawasi beberapa karyawan.

    Dalam lingkungan TI, pengendalian supervisi harus lebih luas dari pada dalam sistem manual untuk tiga alasan:

  • Berhubungan dengan masalah menarik karyawan yang kompeten.
  • Mencerminkan kekhawatiran pihak manajemen atas tingkat dapat dipercayanya personel pemrosesan dalam area yang berisiko tinggi.
  • Ketidakmampuan pihak manajemen untuk secara memadai mengamati para karyawan dalam suatu lingkungan.


 

Catatan Akuntansi

    Kewajiban untuk mempertahankan jejak audit juga ada dalam lingkungan TI. Akan tetapi, catatan akuntansi otomatis dan jejak auditnya sangat berbeda dari yang berada dalam lingkungan manual. Beberapa sistem komputer tidak menyimpan dokumen sumber fisik. Jurnal dan buku besar sering kali tidak ada dalam artian tradisional. Sebagai gantinya, berbagai record transaksi dan peristiwa ekonomi lainnya terfragmentasi melintasi beberapa tabel basis data yang dinormalisasi. Jejak audit dapat berbentuk pointer, teknik hashing, indeks, atau kunci melekat yang menghubungkan berbagai fragmen record antara dan antar tabel basis data.

    Para auditor harus memahami berbagai prinsip operasional sistem manajemen basis data yang digunakan dan pengaruhnya atas berbagai catatan akuntansi serta jejak audit struktur file lainnya. Dalam lingkungan TI, sebagian atau semua jejak audit berbentuk digital karena jejak audit terletak dalam komputer di berbagai file, maka jejak audit pada dasarnya tidak dapat dilihat oleh para auditor. Oleh karenanya, sudah merupakan keharusan dalam lingkungan TI agar para programmer dan analis memahami peran penting daftar (log), dan bagaimana cara menangkap data dalam jumlah mencukup untuk tujuan jejak audit.

Pengendalian Akses

    Tujuan dari pengendalian akses (access control) adalah untuk memastikan hanya personel yang sah saja memiliki akses ke aktiva perusahaan. Akses ke aktiva dapat bersifat langsung atau tidak langsung. Peralatan keamanan fisik, seperti kunci, lemari besi, pagar, dan sistem alarm elektronik serta infra merah, dapat mengendalikan akses langsung. Akses tidak langsung ke aktiva dapat dicapai dengan mendapatkan akses ke berbagai catatan dan dokumen yang mengendalikan penggunanya, kepemilikannya, dan disposisinya. Pengendalian akses yang dibutuhkan untuk melindungi berbagai catatan akuntansi akan tergantung pada karakteristik teknologi sistem akuntansinya.

    Dalam lingkungan IT, catatan akuntansi sering kali terkonsentrasi dalam pusat pemrosesan data pada perangkat penyimpanan data yang besar. Konsolidasi data mengekspos perusahaan ke dua bentuk ancaman: (1) penipuan komputer, dan (2) kerugian akibat bencana. Masalah lain yang hanya ada dalam lingkungan TI adalah mengendalikan akses ke program komputer. Kekhawatiran atas integritas aplikasi tetap ada ketika setelah implementasi dalam periode operasional siklus hidup sistem, yang disebut juga sebagai tahap pemeliharaan. Selama periode ini, yang mungkin memakan waktu bertahun-tahun, aplikasi biasa dapat dimodifikasi lusinan kali. Berbagai modifikasi ini menimbulkan peluang adanya kesalahan yang masuk tanpa sengaja dalam aplikasi dan peluang bagi pelaku kejahatan komputer untuk melakukan penipuan dengan membuat perubahan program yang ilegal.

Verifikasi Independen

    Prosedur verifikasi (verification procedure) adalah pemeriksaan independen terhadap sistem akuntansi untuk mendeteksi kesalahan dan kesalahan penyajian. Verifikasi dilakukan setelah kejadian, oleh seseorang yang bukan secara langsung terlibat dalam transaksi terkait atau pekerjaan laing yang diverifikasi. Melalui prosedur verifikasi independen, manajemen dapat menilai (1) kinerja perorangan, (2) integritas sistem pemrosesan transaksi, dan (3) kebenaran data yang berada dalam catatan akuntansi.

    Dalam lingkungan TI, program komputer melakukan banyak pekerjaan rutin. Sering kali, kebanyakan dari hal yang harus diperhatikan terletak pada integritas aplikasi. Para auditor TI melakukan fungsi verifikasi independen dengan mengevaluasi pengendalian atas pengembangan sistem dan aktivitas pemeliharaan serta kadang-kadang dengan mengkaji logika internal program.

B.2.    Mendapatkan Pemahaman Tentang SPI

    Apabila PDE digunakan dalam aplikasi akuntansi secara signifikan, auditor harus mendapatkan pemahaman tentang struktur pengendalian PDE yang memadai untuk merencanakan audit. Sifat dan luas prosedur yang harus dilakukan untuk mendapatkan pemahaman pengendalian PDE bervariasi sesuai dengan besar dan kompleksitas sistem PDE, dan sesuai pula dengan strategi audit awal yang digunakan untuk asersi-asersi spesifik yang dipengaruhi oleh aplikasi PDE.

    Dalam aplikasi-aplikasi yang menggunakan komputer mikro, auditor bisa memperoleh pemahaman dengan cara mengajukan pertanyaan kepada personil-personil klien,observasi atas pengoperasian komputer, dan inspeksi atas output yang dihasilkan komputer. Dalam aplikasi untuk mainframe, auditor biasanya perlu juga melakukan review atas dokumentasi, termasuk bagan alir dan manual. Dalam sistem PDE yang lebih maju, auditor mungkin memerlukan bantuan dari ahli PDE. Inspeksi atas laporan penyimpangan (exception reports) bisa membantu auditor dalam menentukan apakah pengendalian telah berjalan sebagaimana mestinya.

    Auditor harus mendapatkan pengetahuan yang memadai mengenai sistem PDE untuk memahami:

  • Kelompok-kelompok transaksi dalam operasi perusahaan klien yang diproses dengan sistem PDE yang signifikan pada laporan keuangan.
  • Catatan-catatan akuntansi, dokumen-dokumen pendukung, informasi yang bisa dibaca oleh mesin, dan rekening-rekening tertentu dalam laporan keuangan yang terlibat dalam proses PDE, serta pelaporan kelompok-kelompok transaksi yang signifikan tersebut.
  • Bagaimana komputer digunakan untuk mengolah data, mulai dari terjadinya transaksi sampai akhirnya masuk ke dalam laporan keuangan.
  • Jenis-jenis salah saji potensial yang dapat terjadi.

    Pemahaman auditor tentang struktur pengendalian PDE harus didokumentasikan dalam kertas kerja. Luasnya pendokumentasian tergantung pada besar serta kompleksitas struktur pengendalian. Dokumentasi dapat dibuat dalam bentuk daftar pertanyaan.

DAFTAR PUSTAKA


 

Hall Singleton, "Apa yang dimaksud dengan Audit Keuangan :Standar Audit," Information Technology Auditing and Assurance, (salemba empat, 2007), h. 8-10.

Hall Singleton, "Pernyataan Standar Audit No. 78," Information Technology Auditing and Assurance, (salemba empat, 2007), h. 28-40.

Jusup, Haryono, "Standar Profesional Akuntan Publik: Standar Auditing", Pengauditan Buku 1, (STIE YKPN, 2001), h. 25.

Jusup, Haryono, "Audit Laporan Keuangan dan Tanggung Jawab Auditor: Penerapan Standar Auditing dan Hubungan Antara Standar Auditing Dengan Prosedur Auditing", Pengauditan Buku 1, (STIE YKPN, 2001), h. 56-57.

Jusup, Haryono, "Pengauditan Sistem Pengolahan Data Elektronik: Mendapatkan Pemahaman Tentang SPI", Pengauditan Buku 1, (STIE YKPN, 2001), h. 525-528..