Kamis, 09 Desember 2010

KEBIJAKAN FISKAL INDONESIA

Kebijaksanaan Fiskal.        Adalah Kebijaksanaan – kebijaksanaan yang berkenaan dengan penerimaan dan pengeluaran pemerintah (pendapatan dan belanja negara). 1951-1958, sistem Fiskal sangat tergantung dari perdag. Internasional Akhir 1950-an secara persentase turun sebagai akibat turunnya harga produk ekspor seperti; karet dan produk lain di pasar internasional.Pemerintah melaksanakan kebijak APB yang defisit untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan. Akibatnya menimbulkan inflasi kumulatif.Ada tiga jenis APB yaitu: TUJUAN KEBIJAKAN FISKAL:Meningkatkan laju pertumbuhan investasi Mendorong investasi secara sosial Meningkatkan kesempatan kerja Mempertahankan stabilitas ekonomi Menanggulangi Inflasi Redistribusi Pendapatan  Pola...

KEBIJAKAN FISKAL INDONESIA

Kebijaksanaan Fiskal.        Adalah Kebijaksanaan – kebijaksanaan yang berkenaan dengan penerimaan dan pengeluaran pemerintah (pendapatan dan belanja negara). 1951-1958, sistem Fiskal sangat tergantung dari perdag. Internasional Akhir 1950-an secara persentase turun sebagai akibat turunnya harga produk ekspor seperti; karet dan produk lain di pasar internasional.Pemerintah melaksanakan kebijak APB yang defisit untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan. Akibatnya menimbulkan inflasi kumulatif.Ada tiga jenis APB yaitu: TUJUAN KEBIJAKAN FISKAL:Meningkatkan laju pertumbuhan investasi Mendorong investasi secara sosial Meningkatkan kesempatan kerja Mempertahankan stabilitas ekonomi Menanggulangi Inflasi Redistribusi Pendapatan  Pola...

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Perdagangan Luar Negeri:Kebijakan umum dibidang perdagangan luar negeri pada dasarnya terdiri dari: kebijakan perdagangan ekspor dan kebijakan perdagangan impor. Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari fungsi pemerintah di sektor perdagangan seperti fungsi trade advocacy, market penetration, market acces dan lain-lain. FAKTOR PENDORONG TERJADINYA :Memperoleh barang yang tidak dihasilkan di dalam negeri.Mengimpor teknologi yang lebih modern dari negara lain.Memperluas pasar produk dalam negeri.Memperoleh keuntungan dari Spesialisasi. Teori Perdagangan Internasional:Merkantilisme Perekonomian suatu negara makin makmurBila mampu memaksimalkan surplus perdagangan (ekspor suatu negara harus maksimal, tetapi disisi lain impor minimal).Keunggulan absolut Adam smith: surplus...

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Perdagangan Luar Negeri:Kebijakan umum dibidang perdagangan luar negeri pada dasarnya terdiri dari: kebijakan perdagangan ekspor dan kebijakan perdagangan impor. Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari fungsi pemerintah di sektor perdagangan seperti fungsi trade advocacy, market penetration, market acces dan lain-lain. FAKTOR PENDORONG TERJADINYA :Memperoleh barang yang tidak dihasilkan di dalam negeri.Mengimpor teknologi yang lebih modern dari negara lain.Memperluas pasar produk dalam negeri.Memperoleh keuntungan dari Spesialisasi. Teori Perdagangan Internasional:Merkantilisme Perekonomian suatu negara makin makmurBila mampu memaksimalkan surplus perdagangan (ekspor suatu negara harus maksimal, tetapi disisi lain impor minimal).Keunggulan absolut Adam smith: surplus...

PENGERTIAN OTONOMI DAERAH

Otonomi daerah menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perundang-undangan.  Latar Belakang:UU No.1 tahun 1945 ttg komite daerah UU No. 22 tahun 1948, UU pokok Pemerintahan DaerahUU No 1 tahun 1957, UUP-PDUU No.18 tahun 1968, UUP-PDTap MPRS No. XXI tahun 1966 ttg pemberian otonomi seluas-luasnya kepada daerah.UUNo. 5 tahun 1974, Pokok-pokok PDUU No.22 1999 tentang Pemerintahan Daerah UU No.25 1999 Perimbangan Keuangan antara pusat dan daerah UU No. 32 tahun 2004, pemerintah daerah UU No. 33 tahun 2004 Perimbanagan Keuangan pusat dan daerah Ketegangan antara pusat dan Daerah sehingga menimbulkan tuntutan merdeka di beberapa...

PENGERTIAN OTONOMI DAERAH

Otonomi daerah menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perundang-undangan.  Latar Belakang:UU No.1 tahun 1945 ttg komite daerah UU No. 22 tahun 1948, UU pokok Pemerintahan DaerahUU No 1 tahun 1957, UUP-PDUU No.18 tahun 1968, UUP-PDTap MPRS No. XXI tahun 1966 ttg pemberian otonomi seluas-luasnya kepada daerah.UUNo. 5 tahun 1974, Pokok-pokok PDUU No.22 1999 tentang Pemerintahan Daerah UU No.25 1999 Perimbangan Keuangan antara pusat dan daerah UU No. 32 tahun 2004, pemerintah daerah UU No. 33 tahun 2004 Perimbanagan Keuangan pusat dan daerah Ketegangan antara pusat dan Daerah sehingga menimbulkan tuntutan merdeka di beberapa...

Selasa, 07 Desember 2010

Implementasi Sistem, Operasi, dan Pengendalian

Implementasi Sistem, Operasi, dan PengendalianDikarenakan banyak permasalahan dapat terjadi selama implementasi sistem, rencana formal dan pengendalian dalam tahap implementasi harus dibuat. Tiga langkah utama implementasi sistem:Menetapkan rencana dan pengendalianPelaksanaan aktivitas seperti yang telah direncanakanMenindaklanjuti dan mengevaluasi sistem yang baru Implementasi SistemMembuat Rencana dan Pengendalian untuk Implementasi    Manajemen proyek adalah konsep penting dalam implementasi sistem. Dalam upaya mengelola implementasi proyek dengan baik, dibutuhkan rencana-rencana khusus yang tersusun dengan baik untuk dikembangkan. Rencana-rencana tersebut harus menggabungkan tiga komponen utama: (1) menguraikan proyek ke dalam berbagai tahapan, (2) anggaran khusus...

KEMENANGAN INDONESIA VS THAILAND

Hasil pertandingan piala AFF antara Indonesia melawan Thailand, yang berlangsung pada hari selasa, 7 desember 2010 antara Indonesia melawan Thailand berakhir 2-1. Thailand luluh lantak dihancurkan pasukan garuda merah putih lewat 2 gol dari bambang pamungkas. Hasil ini membuat Thailand tersingkir dari piala AFF. Thailand mengawali gol dari suree sukha, selanjutnya disamakan lewat gol bambang pamungkas, dari titik pinalti setelah Christian Gonzales dilanggar di kotak penalty. Sentak semangat tim garuda bangkit, dan berselang kemudian pemain Thailand melakukan handsball, dan membuat penalty kedua untuk Indonesia. Sang algojo yaitu bambang pamungkas kembali memperdaya kiper Thailand untuk kedua kalinya. Hal ini membuat Indonesia mengoleksi nilai sempurna dalam penyisihan grup A. macan asia yang...

Pages 311234 »