Minggu, 17 Mei 2009

Pengaruh Aspek Sosial Budaya

Pengaruh Aspek Sosial Budaya

a. Pengertian Budaya
Manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa di dalam kehidupan ini mempunyaikedudukan yang tinggi, dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Jika dicermati dengan saksama, perbedaan itu terjadi karena manusia dikaruniai kemampuan jiwa, yaitu akal, rasa, kehendak serta keyakinan. Dengan kemampuan jiwanya, kehidupan manusia mampu menghasilkan serentetan produk yang disebut kebudayaan.
Menurut Koentjaraningrat produk kebudayaan dibedakan atas tiga macam, yaitu:
1. Sistem nilai, gagasan-gagasan atau sistem pemikiran yang bersifat abstrak yang hanya mampu difahami, dimengerti dan dipikirkan.
2. Benda-benda budaya, yaitu suatu karya kebudayaan manusia berupa prasasti, candi, lembaran sejarah, pusaka, rumah, kerajinan, benda seni dan lain sebagainya.
3. Suatu sistem interaksi antar manusia dalam kehidupan bersama atau sering diistilahkan dengan kehidupan sosial. Manusia berinteraksi antara satu denganyang lainnya untuk memenuhi kebutuhannya, ekspresi, kerjasama atau untuk memenuhi hasrat emosi dan lain sebagainya. Yang terakhir ini diistilahkan dengan sistem sosial. (Koentjaraningrat, 1987)
Melalui budayanya itulah manusia berkarya, sehingga manusia menjadi makhluk yang berbudaya, terhormat dan beradab. Melalui kebudayaan kehidupan manusia menjadi serasi, selaras serta mempunyai dinamika yang normatif menuju taraf kehidupan yang lebih tinggi. Dinamika kehidupan manusia, terus dinamis dan berkembang melalui sistem nilai dan norma-norma. Dengan demikian individu sebagai anggota masyarakat dalam berbuat itu mengembangkan kepribadiannya ke arah yang lebih baik dari keadaan sebelumnya.
b. Kondisi Budaya di Indonesia
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan sub etnis, yang masing-masing memiliki kebudayaanya sendiri. Kebudayaan dari suku-suku bangsa yang mendiami daerah-daerah ini disebut kebudayaan daerah. Dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan daerah ini adalah sebagai suatu sistem nilai yang menuntun sikap, perilaku dan gaya hidup, merupakan identitas dan kebanggaan dari suku bangsa yang bersangkutan. Dalam kebudayaan daerah, ada nilai-nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing yang sering dikenal dengan istilah Local Genius, yang merupakan pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengruh negatif budaya asing.
Kebudayan Nasional adalah merupakan hasil interaksi kebudayaan-kebudayaan daerah yang kemudian diterima sebagai nilai bersama dan sebagai identitas bersama sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia. Dan juga merupaka hasil interaksi dari nilai budaya yang sudah ada dengan budaya asing yang diterima tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya, sebagi budaya Indonesia. Menurt Koentjaraningrat kebudayaan nasional berfungsi sebagai pemberi identitas kebudayaan bersama sebagai satu bangsa, untuk memperkuat solidaritas
Ciri-ciri budaya nasional Indonesia berdasarkan proses interaksi budaya :
 Bersifat religius
 Bersifat kekeluargaan
 Bersifat serba selaras
 Bersifat kerakyatan
Bagi bangsa dan negara Indonesia secara formal yuridis rumusan kebudayaan nasional Indonesia sebagaimana tercantum dalam penjelasan UUD 1945 pasal 32 yang berbunyi : “Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya”
Jadi kebudayaan nasional dalam pengertianini merupakan suatu totalitas dari seluruh akar-akar budaya daerah. Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa keanekaragaman budaya justru merupakan hikmah bagi bangsa Indonesia dan di masa lalu telah mampu memunculkan faktor-faktor perekat persatuan atau merupakan suatu integrasi bangsa. Untuk selanjutnya bangsa Indonesia berupaya untuk melestarikan kebudayaan nasional untuk tetap merekatkan persatuan bangsa untuk mewujudkan cita-cita bersama, terutama demi dan untuk generasi penerus bangsa.
Perkembangan kebudayaan tidak lepas dari pengaruh lingkungan dimana kebudayaan itu tumbuh dan berkembang. Bangsa Indonesia melalui budaya daerah masing-masing, harus mengembangkan sistem budaya yang meletakkan manusia sebagai bagian dari alam, sehingga harus membuat keselarasan, keserasian antara kebudayaan manusia dengan alam lingkungannya. Manusia harus mampu memanfaatkan alam dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan hidup, karena kerusakan lingkungan juga akan berakibat langsung terhadap kehidupan manusia.
c. Struktur Sosial di Indonesia
Pengertian sosial pada hakikatnya merupakan interaksi dalam pergaulan hidup manusia dalam hidup bermasyarakat. Untuk kelangsungan menjamin hidup bermasyarakat, ada empat unsur penting :
o Struktur sosial artinya fungsi utama dari hidup berkelompok dimaksudkan agar mudah dalam menjalankan tugas dan memenuhi kebutuhan hidup (sandang, pangan, papan, keamanan).
o Pengawasan sosial yaitu merupakan prosedur yang mengatur kegiatan dan tindakan anggota masyarakat dalam berinteraksi antar satu sama lainnya, agar tidak terjadi konflik (hal penggunaan pengetahuan, moral, hukum, kepercayaan).
o Media sosial, yaitu landasan material untuk melakukan kegiatan seperti alat transportasi dan landasan spiritual untuk malakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa dan isyarat, untuk memudahkan membangun relasi dengan baik.
o Standar sosial, yaitu realita kehidupan masyarakat, baik tertulis maupun tidak tertulis. Bermanfaat sebagai pemberi inspirasi dan pedoman untuk mencapai tujuan hidup yang di yakini oleh kelompok masyarakat.
d. Ketahanan pada Aspek Sosial Budaya
Berdasarkan pengertian sosial dan kebudayaan sebagaimana tersebut diatas maka dapat dirumuskan bahwa ketahanan nasional bidang sosial budaya adalah suatu kondisi dinamis sosial budaya suatu bangsa, yang berisi keuletan, ketangguhan dari kemampuan suatu bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, permasalahan, gangguan,ancaman serta hambatan baik dari luar maupun dalam negeri yang langsung maupun tak langsung membhayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar